SuaraSumbar.id - Aksi tawuran pelajar di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) kembali terjadi. Namun, Satpol Padang mengaku terkecoh dengan aksi tawuran yang terjadi di sejumlah titik daerah tersebut pada Jumat (9/9/2022).
Satpol PP mengklaim aksi tawuran terjadi saat petugas sedang melakukan pengamanan aksi demo yang berlangsung di Kantor Wali Kota Padang, kawasan Aia Pacah, Koto Tangah.
Kepala Satpol PP Padang, Mursalim mengatakan, dari laporan yang diterima, aksi tawuran itu terjadi di tiga titik, yakni di kawasan Lubuk Kilangan, kawasan Pantai Padang dan di SMK 5 (Padang Barat).
"Kami tadi terfokus kepada pengamanan di Kantor Walikota. Katanya ada demo. Rupanya tidak jadi demo. Takutnya terjadi anarkis hingga merusak Kantor Wali Kota," kata kepada SuaraSumbar.id.
Baca Juga:Pohon Tumbang Timpa Truk di Area Longsor Sitinjau Lauik, Arus Lalu Lintas Ditutup Sementara
Laporan pertama yang diterima, kata Mursalim, kejadian tawuran setelah salat Jumat. Kemudian beberapa menit usai terima laporan itu, pihaknya sampai ke lokasi, namun tawuran sudah bubar.
"Informasinya selajutnya ada lagi berkelahi di kawasan Lubuk Kilangan, juga sudah bubar (sebelum diamankan). Selanjutnya tawuran juga terjadi di kawasan Pantai Padang," tuturnya.
"Tadinya kita sempat melakukan pengajaran ke arah Gor H Agus Salim. Namun sudah tidak ada. Tapi aksi tawuran pelajar tadi kayaknya dilakukan secara mobile," katanya lagi.
Mursalim mengaku, tawuran antar pelajar di Kota Padang saat ini memang sudah susah untuk dihilangkan. Karena beberapa kali diamankan, masih terus terjadi.
"Beberapa waktu belakangan (aksi tawuran) nol zero. Namun tadi kembali terjadi. Untuk hari berikutnya kita akan rutinkan melakukan patroli," ucapnya.
Baca Juga:Data Penerima BLT BBM di Padang Belum Jelas, Bakal Disalurkan Lewat 6 Kantor Pos
Diketahui, salah satu aksi tawuran sempat viral di media sosial (Medsos) Istagram, yakni di kawasan Padang Barat, tepatnya di depan Makam Pahlawan.
Dari video yang beredar, para terlihat saling kejar-jejaran menggunakan senjata tajam. Sehingga sejumlah pengunjung di buat takut dan jengkel terhadap tawuran yang terus terulang.
Kontributor : B Rahmat