Uwan berharap pemerintah mendengar keluh kesah para nelayan. Meminta harga minyak kembali turun seperti biasanya. Karena pekerjaan yang mereka lakoni itu sangat bergantung dengan minyak.
"Yang kami butuhkan saat ini hanyalah kepedulian pemerintah, terutama terhadap nelayan tradisional seperti kami ini. Karena hasil penangkapan, hanya sekedar menutupi kebutuhan pokok kami sehari-hari," ujarnya.
Harapan itu juga disampaikan Indrayani. Karena selama ini pemerintah kurang memperhatikan kondisi nelayan tradisional yang berada di Pantai Padang, terutama terkait bantuan.
"Sebanyak 22 nelayan yang berada di Pantai Padang tidak semuanya tersentuh bantuan. Kalaupun dibantu, hanya Rp 150 ribu per bulan. Tentu jumlah itu tidak akan cukup," katanya.
Baca Juga:Kawat Berduri Saat Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Dekat Istana Jebol, Polisi Langsung Evaluasi
Diberitakan, Presiden Jokowi resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Perubahan harga itu cukup besar.
Pertalite naik dari Rp 7.600 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, Solar dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.800 dan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp.14.500 per liter.
Tidak hanya kenaikan BBM, harga kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya pun juga ikut melonjak. Tentu kebijakan itu menuai protes dari kaum buruh dan masyarakat menengah ke bawah, diantaranya adalah nelayan.
Kontributor : B Rahmat