Dia berharap agar Pemprov Sumbar segera menangani bencana longsor itu. Kapan perlu dilakukan penutupan jalan setengah hari demi keleluasaan dalam bekerja, hingga jalur Padang-Solok benar-benar aman untuk dilewati.
"Misalnya dikerjakan di hari libur. Kerahkan alat sebanyak-sebanyak agar proses pengerjaan cepat selesai," ucapnya.
Terpisah, Koordinator Umum Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Sumbar, Hidayatul Irwan mengaku terus memantau lokasi titik longsor dan memang kondisinya sangat mengkhawatirkan kepada resiko keselamatan.
"Kalau seandainya tidak ditangani dengan cepat, selain menimbulkan korban jiwa, tetapi juga akan berdampak kepada ekonomi masyarakat," katanya.
Baca Juga:Sumbar Kekurangan 200 Ton Lebih Jagung untuk Pakan Unggas Lokal Per Tahun
Terkait hal itu, FPRB pun telah berkoordinasi dengan Kalaksa BPBD Sumbar untuk mencari informasi terkait langkah yang sudah diambil dalam penanggulangannya.
"Informasi yang kami dapat bawah Gubernur telah melakukan rapat dengan lintas sektoral. Namun sampai sekarang aksi untuk sampai kepada sumber masalah kan belum juga ada penanganan," bebernya.
Sementara, pihaknya di lingkup Forum sudah berdiskusi dan memang ingin membantu upaya-upaya pemerintah mencarikan solusi dalam melakukan penanganan.
"Yang punya jalan, yang punya jalan, yang punya alat tentunya milik kebijakan. Ini harus bersinergi mereka kan. Tapi sekarang, walaupun pemerintah sudah melakukan koordinasi, tapi belum ada yang signifikan," katanya.
Kontributor : B Rahmat
Baca Juga:Longsor Kembali Landa Sitinjau Lauik, Jalur Padang-Solok Putus Total