SuaraSumbar.id - Puluhan hektare sawah masyarakat di Kecamatan Kamang Magek, dan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), gagal panen. Sawah yang sudah ditanami padi itu rusak akibat diserang hama tikus.
Perangkat Pemerintah Nagari Kamang Mudiak, Rahman mengatakan, puluhan hektare sawah itu tersebar di berbagai lokasi. Sawah-sawah tersebut diserang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tikus, bahkan sampai ke nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang.
Menurutnya, hama tikus sudah menyerang sawah warga sejak satu tahun terakhir. Sebelumnya, hama tikus ini hanya menyerang di kawasan Jorong Durian dan Aia Tabik dan terus merambat ke sawah di tempat lain.
"Sawah warga sudah banyak yang rusak, setidaknya dalam 2 kali panen terakhir masyarakat di sini tidak mendapat hasil sama sekali. Jika tidak segera dikendalikan ditakutkan akan meluas ke daerah lain,“ katanya, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Kamis (7/7/2022).
Baca Juga:IJTI Sumbar Segera Gelar Musda ke-IV, Tiga Nama Kandidat Ketua Mulai Mengapung
Hal senada juga diungkapkan Wirda, salah seorang masyarakat di Jorong Ladang Tibarau, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang. dikatakan untuk kawasan setempat, bisa dikatakan tidak ada padi yang bisa dipanen, hama tikus sudah merusak padi semenjak dari usia muda hingga berbuah.
"Sawah disini luas-luas, namun sudah banyak yang rusak pak, untuk Nagari Koto Tangah bisa dikatakan banyak yang tidak bisa panen. Kami berharap ada upaya dari pemerintah daerah untuk penanggulangan hama," tuturnya.