facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ketua DPRD Usul 3 Lokasi Calon Ibu Kota DOB Kabupaten Agam, Ini Wilayahnya

Riki Chandra Kamis, 23 Juni 2022 | 16:08 WIB

Ketua DPRD Usul 3 Lokasi Calon Ibu Kota DOB Kabupaten Agam, Ini Wilayahnya
Kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) untuk penentuan ibu kota DOB Agam. [Dok.Antara]

Ketua DPRD Kabupaten Agam, Novi Irwan mengusulkan tiga lokasi untuk ibu kota daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Agam.

SuaraSumbar.id - Ketua DPRD Kabupaten Agam, Novi Irwan mengusulkan tiga lokasi untuk ibu kota daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Agam. Sebab menurutnya, lokasi-lokasi tersebut sesuai dengan kriterianya.

"Tiga usulan untuk lokasi ibu kota DOB Agam. Masing-masing di Kecamatan Ampek Koto, Tilatang Kamang dan Baso," katanya dalam kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) untuk penentuan ibu kota DOB Agam di Bukittinggi, Kamis (23/6/2022).

Menurutnya, lokasi itu berada di tanah ervah di Balingka, Kecamatan Ampek Koto dan Bukik Manduang di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang kamang.

Setelah itu, Lubuk Sampik batas Nagari Salo Kecamatan Baso dengan Nagari Kamang Hilia Kecamatan Kamangmagek.

Baca Juga: Heboh Bendera dan Atribut PDIP di Ranah Minang Dicopot Gegara Diklaim Partai Terlarang, Begini Faktanya

FGD tersebut dalam rangka untuk menjaring informasi mengenai potensi lokasi yang dapat menjadi calon ibukota DOB Agam kelak.

Untuk calon ibukota baru harus memenuhi syarat diantaranya ketersediaan lahan lebih dari 30 hektar, rasio ketimpangan jarak antara batas terdekat dan terjauh dalam cakupan wilayah, ketersediaan fasilitas serta faktor topografi.

Dalam diskusi tersebut, masing-masing kecamatan mengusulkan lokasi berdasarkan kriteria yang ada agar di kaji oleh lebih lanjut oleh tim

Ia menambahkan, pemekaran Agam merupakan kehendak masyarakat yang sudah cukup lama.

Saat ini, telah diproses secara serius oleh DPRD Agam, Pemda dan Tim DOB. “DOB Agam sekarang sudah sampai pada kajian akademis dalam penentuan ibukota baru dengan pendekatan politik, akademik, hukum, ekonomi, sosial budaya, teknokratik dan birokratik,” katanya.

Baca Juga: Dukung Pembentukan Daerah Otonomi Baru Papua, Aliansi Warga Solo: Bisa Efektif Cegah Konflik

Kegiatan FGD yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas itu juga dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Agam Rahman, Anggota DPRD Agam Feri Adrianto, Irfawaldi, Ais Bakri, Tim DOB Agam, Camat, LKAAM, Wali Nagari, dan tokoh masyarakat. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait