facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Generasi Z Makin Lengket dengan Dunia Digital Gara-gara Pandemi Covid-19

Riki Chandra Kamis, 06 Januari 2022 | 18:46 WIB

Generasi Z Makin Lengket dengan Dunia Digital Gara-gara Pandemi Covid-19
Ilustrasi media sosial (pexels/cottonbro).

Pandemi Covid-19 ternyata semakin melengketkan generazi Z dengan dunia digital, terutama media sosial.

SuaraSumbar.id - Pandemi Covid-19 ternyata semakin melengketkan generazi Z dengan dunia digital, terutama media sosial. Generasi Z adalah mereka yang memiliki rentang usia 15–21 tahun dan kental dengan gaya hidup digital. Sebab, mereka kelompok usia yang dibesarkan dengan kemajuan teknologi.

Kondisi tersebut juga terlihat terhadap penggunaan beberapa fitur di aplikasi LINE yang memiliki segmen pengguna yang didominasi oleh generasi Z mengalami peningkatan dalam beberapa fiturnya. LINE tidak hanya dikenal sebagai media pertukaran pesan dengan karakter stiker yang menarik, namun juga dilengkapi dengan beberapa fitur yang dapat memudahkan hidup sehari-hari.

LINE OpenChat sebagai layanan percakapan dalam grup dengan minat yang sama mengalami peningkatan pengguna aktif sebesar 55 persen untuk percakapan dalam kategori fans, dimana para anggota grup memiliki idola yang sama.

Percakapan dalam bidang edukasi dan belajar bersama juga mengalami peningkatan sebesar 22 persen, di mana grup-grup ini mengakomodasi para anggotanya belajar bersama dalam menghadapi ujian sekolah. Pengguna LINE yang menggunakan OpenChat untuk bersosialisasi dalam kehidupan sehari hari meningkat sebesar 35 persen di tahun 2021.

Baca Juga: 4 Alasan Film Kadet 1947 Wajib Kamu Tonton, Terutama Para Generasi Z

Grup yang terbentuk di OpenChat semenjak layanan ini dibentuk sudah mencapai 1 juta grup. Grup-grup yang ada di OpenChat menjadi pilihan bagi para anak muda untuk mencari teman daring dengan minat yang sama secara lebih aman selama masa pandemi karena mereka tidak perlu menggunakan nama asli mereka.

Selain OpenChat, fitur lain yang menjadi favorit adalah LINE SplitBill, layanan ini memudahkan kehidupan sosialisasi para pengguna LINE dalam menghitung bill atau tagihan mereka.

SplitBill memiliki teknologi Optical Character Recognition (OCR) yang sangat memudahkan pengguna untuk membagi tagihan mereka secara adil termasuk biaya pajak dan service fee pada bon tagihan.

SplitBill biasanya digunakan untuk membagi tagihan makanan, namun dapat digunakan untuk tagihan apapun selama pengguna masih menyimpan bon tagihan. Penggunaan SplitBill di tahun 2021 meningkat 100 persen secara organik, dan meningkat hingga 500 persen semenjak layanan ini diluncurkan di tahun 2019.

“LINE SplitBill hadir dengan teknologi OCR yang presisi dan sangat mudah digunakan. Dengan melihat perkembangan semenjak fitur ini diluncurkan, kami berharap fitur ini dapat menjadi favorit pengguna untuk membagi tagihan mereka dalam kegiatan sehari hari.” ungkap Fanny Verona, Country Manager LINE Indonesia dalam keterangan resmi, Kamis (6/1/2022).

Baca Juga: Prabowo Bakal Jadi Capres Pilihan Milenial dan Generasi Z

“Hal yang sama juga terjadi dengan fitur OpenChat, kami berharap kebutuhan bersosialisasi anak muda dalam masa pandemi ini dapat terus berjalan lancar, dan kami akan terus berusaha untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat menjadikan LINE sebagai aplikasi yang aman dan nyaman untuk Gen Z di Indonesia.”

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait