Ikan Mati di Danau Maninjau Tembus 1.445 Ton, Kerugian Capai Rp 28,9 Miliar

Total ikan mati di keramba jaring apung (KJA) Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mencapai 1.445 ton.

Riki Chandra
Rabu, 29 Desember 2021 | 09:25 WIB
Ikan Mati di Danau Maninjau Tembus 1.445 Ton, Kerugian Capai Rp 28,9 Miliar
Ratusan Ton Ikan Mati di Agam. [klikpositif.com]

SuaraSumbar.id - Total ikan mati di keramba jaring apung (KJA) Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mencapai 1.445 ton. Jumlah tersebut berdasarkan data yang dirangkum oleh Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam.

Kepala DPKP Agam, Rosva Deswira mengatakan, jumlah tersebut diketahui dari hasil penghitungan penyuluh pertanian yang berasal dari ratusan KJA di sekitar Danau Maninjau.

Dari pendataan tersebut diketahui, kematian massal ikan meliputi Nagari Koto Malintang sebanyak 520 ton, Nagari Tanjung Sani 330 ton, Nagari Koto Kaciak 300 ton, Nagari Bayua 20 ton. Sementara itu untuk Nagari Maninjau 15 ton, Nagari Sungai Batang 50 ton dan Nagari Koto Gadang 220 ton.

"Untuk kematian ikan terbanyak terjadi di Koto Malintang sebanyak 520 ton, dan kematian terkecil Nagari Maninjau sebanyak 15 ton," katanya, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Rabu (29/12/2021).

Baca Juga:Bertambah Lagi, Ikan Mati di Danau Maninjau Hampir 1.000 Ton

Menurut Rosva, jika dikalkulasikan kerugian petani akibat kematian massal ikan sekitar Rp 28,9 miliar. hal itu sesuai harga jual ikan ditingkat petani Rp 20 ribu per kilogram.

Menurutnya, kematian massal ini dipicu curah hujan disertai angin kencang yang terjadi beberapa waktu terakhir. Hal itu menyebabkan sedimen yang mengendap di dasar naik ke permukaan danau, kondisi ini membuat kadar oksigen berkurang di air dan ikan menjadi pusing dan mati.

Tidak hanya itu saja banyaknya bangkai ikan yang mengapung di permukaan danau membuat kondisi air semakin tercemar, hal itu memicu kematian ikan menjadi semakin banyak.

"Kita sudah mengimbau masyarakat untuk tidak membuang bangkai ikan ke danau, lebih baik dibawa ke darat dan dikubur," tuturnya.

Pihaknya juga mengimbau para petani untuk segera memanen ikan yang berukuran cukup besar, atau memindahkannya ke kolam air darat hal itu untuk mengurangi jumlah kematian ikan dan kerugian materil.

Baca Juga:912 Ton Ikan Mati di Danau Maninjau, Kerugian Capai Rp 18 Miliar Lebih

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini