-
Kunci jawaban membantu siswa memahami latihan Bahasa Indonesia kelas XII.
-
Materi membahas perundungan, siber, dwarfisme, serta analisis cerpen.
-
Disusun sebagai panduan belajar mandiri Kurikulum Merdeka.
SuaraSumbar.id - Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 137–138 Kurikulum Merdeka menjadi salah satu topik yang banyak dicari siswa SMA kelas XII.
Materi ini berasal dari buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas XII (2022) karya Bambang Trimansyah yang dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis, pemahaman teks, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara runtut.
Melalui Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 137–138, siswa dapat mencocokkan hasil pengerjaan latihan pada bagian Ayo Berlatih.
Selain itu, materi ini juga membantu peserta didik mengevaluasi proses berpikir serta memahami perbedaan antara fakta dan opini dalam sebuah teks.
Pembahasan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 137–138 ini berfokus pada isu perundungan, perundungan siber, hingga pemahaman kondisi dwarfisme yang diangkat melalui berbagai pertanyaan analitis.
Pada soal pertama, siswa diminta mengidentifikasi fakta dalam kisah perundungan yang dialami Quaden Bayles. Fakta yang disampaikan Yarraka Bayles dalam unggahan video adalah bahwa anaknya menjadi korban perundungan karena kondisi fisiknya yang mengalami dwarfisme.
Dalam teks diceritakan Quaden menangis histeris dan mengungkapkan rasa putus asa akibat ejekan yang diterimanya di lingkungan sekolah.
Masih dalam soal yang sama, terdapat asumsi keliru dari warganet yang menyebut unggahan tersebut dibuat untuk mencari perhatian. Asumsi itu dibantah oleh Yarraka Bayles dengan menyatakan bahwa tujuan unggahan adalah meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya perundungan terhadap kesehatan mental anak.
Yarraka Bayles juga menyampaikan opini bahwa perundungan merupakan tindakan berbahaya yang tidak boleh dianggap wajar.
Soal kedua dalam Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 137–138 membahas perundungan siber. Perundungan siber dijelaskan sebagai tindakan intimidasi melalui media digital seperti media sosial dan pesan daring.
Dampaknya dinilai serius karena dapat terjadi kapan saja dan menjangkau banyak orang, sehingga berpotensi menimbulkan stres dan gangguan emosional pada korban.
Selanjutnya, soal ketiga mengulas informasi tentang dwarfisme. Dwarfisme dijelaskan sebagai kondisi disabilitas fisik akibat gangguan pertumbuhan biologis, umumnya bersifat genetik. Meski memiliki keterbatasan fisik, penyandang dwarfisme tetap mampu menjalani kehidupan secara normal dan berkontribusi di masyarakat.
Pada soal keempat, siswa diminta menganalisis cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis dengan mengidentifikasi unsur fakta dan fiksi. Fakta digambarkan melalui kehidupan masyarakat religius dan keberadaan surau, sementara unsur fiksi muncul melalui percakapan simbolik dengan suara gaib.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 137–138 ini disusun sebagai bahan belajar dan referensi agar siswa dapat belajar mandiri, kritis, dan bertanggung jawab sesuai Kurikulum Merdeka.