Ayah Perkosa Anak Kandung di Solok, Geger Mayat Pria Diduga Jatuh dari Pohon Kelapa

Seorang ayah tega memperkosa anak kandungnya sendiri. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).

Riki Chandra
Jum'at, 29 Oktober 2021 | 07:15 WIB
Ayah Perkosa Anak Kandung di Solok, Geger Mayat Pria Diduga Jatuh dari Pohon Kelapa
Ilustrasi pemerkosaan

SuaraSumbar.id - Seorang ayah tega memperkosa anak kandungnya sendiri. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Dia akhirnya ditangkap polisi di Jawa Timur setelah setahun lamanya menjadi buronan polisi.

Selain berita tersebut, penemuan mayat seorang pria di Pasaman Barat menggemparkan masyarakat. Korban diduga tewas setelah jatuh dari pohon kelapa.

Berikut 4 berita menarik yang disajikan SuaraSumbar.id sepanjang Kamis (28/10/2021):

1. Buron Setahun, Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Solok Diciduk di Jawa Timur

Baca Juga:Buron Setahun, Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Solok Diciduk di Jawa Timur

Ilustrasi pemerkosaan (Shutterstock).
Ilustrasi pemerkosaan (Shutterstock).

Seorang pria paruh baya diduga memperkosa anak kandungnya sendiri di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Pelaku berusia 48 tahun itu diringkus polisi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Terungkapnya perbuatan pria berinisial AR ini berawal dari laporan ibu korban ke Polres Solok dengan nomor LP /83/IV/2020 tanggal 20 April 2020.

Baca selengkapnya

2. Dituding Terima Uang Mahar Jelang Pilkada 2020, Wabup Solok: Gerindra Tak Kenal Mahar

Wakil Bupati Solok yang Ketua DPC Gerindra Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu. [Suara.com/ Riki Chandra]
Wakil Bupati Solok yang Ketua DPC Gerindra Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu. [Suara.com/ Riki Chandra]

Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu, merespon tudingan penerimaan uang 'mahar' politik jelang Pilkada 2020 dari Iriadi Dt. Tumanggung, salah satu calon Bupati Solok yang pernah mendaftar sebagai bakal calon bupati ke Partai Gerindra.

Baca Juga:Geger Penemuan Mayat Pria di Pasaman Barat, Diduga Jatuh dari Pohon Kelapa

Jon Firman Pandu memastikan, Partai Gerindra tidak mengenal mahar politik. Menurutnya, uang yang diberikan Iriadi tersebut merupakan sumbangan kepada partai yang datang darinya dirinya sendiri tanpa pemaksaan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini