alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Perajin Alat Musik Tiup Minangkabau yang Omzetnya Naik Saat Pandemi Covid-19

Riki Chandra Rabu, 13 Oktober 2021 | 20:34 WIB

Kisah Perajin Alat Musik Tiup Minangkabau yang Omzetnya Naik Saat Pandemi Covid-19
Perajin alat musik tiup Minangkabau asal Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. [Dok.ANTARA]

Pandemi Covid-19 nyaris melumpuhkan semua sektor perekonomian masyarakat. Kondisi ini telah berlangsung hampir 2 tahun lamanya.

Sedangkan untuk harga alat musik tiup karyanya itu paling tinggi yaitu Rp150 ribu per unit atau naik dari 2019 yang Rp100 ribu per unit.

Untuk penjualan dirinya tidak saja menggunakan cara luar jaringan atau 'offline' namun juga secara dalam jaringan atau 'online' untuk menjangkau yang lebih luas.

Selain menerima pesanan satuan ia juga menerima pesanan partai besar yang terakhir pesanan 1.200 unit alat tiup dari Pemerintah Provinsi Sumbar.

Sebelumnya, salah seorang pemuda di Desa Sikapak Timur Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman Sumatera Barat Olia Efendi membuat alat musik tiup Minangkabau berukir tabuik yang dipasarkan melalui internet ke sejumlah daerah di Indonesia.

Baca Juga: Kasus Positif Nihil, Kota Payakumbuh Kembali ke Zona Hijau Covid-19

"Rata-rata pemesannya sih dari luar Sumbar," kata dia di Pariaman.

Ia mengatakan ada lima jenis alat musik tiup Minangkabau yang dibuat dan dipasarkannya oleh pemuda yang baru menyelesaikan studinya di salah satu perguruan tinggi di Kota Pariaman itu.

Ia menyebutkan adapun alat musik tiup tersebut yaitu saluang, sampelong, pupuik lambok, bansi, dan serunai yang bahannya sama-sama dari bambu. (ANTARA)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait