alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

20 Staf WHO Dilaporkan Perkosa Gadis-gadis Republik Kongo di Tengah Wabah Ebola

Riki Chandra Kamis, 30 September 2021 | 05:15 WIB

20 Staf WHO Dilaporkan Perkosa Gadis-gadis Republik Kongo di Tengah Wabah Ebola
Ilustrasi pemerkosaan

Sebanyak 20 staf Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan gadis-gadis Republik Kongo selama wabah Ebola.

SuaraSumbar.id - Sebanyak 20 staf Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan gadis-gadis Republik Kongo selama wabah Ebola.

Hal itu diungkap sebuah investigasi independen yang ditugaskan oleh WHO. Tim itu mengidentifikasi lebih dari 80 dugaan kasus pelecehan seksual terjadi di Republik Kongo selama wabah Ebola.

Mengutip Suara.com, Rabu (29/9/2021), laporan setebal 35 halaman mengungkapkan kasus pelecehan seksual berskala luas yang berkaitan dengan institusi milik PBB dalam beberapa tahun, melibatkan anggota staf lokal dan internasional di negara tersebut dari tahun 2018-2020.

Anggota panel Independen, Malick Coulibaly, mengatakan bahwa terdapat enam kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh beberapa staf WHO.

Baca Juga: Bejat! 20 Staf WHO Diduga Perkosa Gadis-gadis di Republik Kongo Selama Wabah Ebola

Beberapa korban tidak menggunakan alat kontrasepsi sehingga mereka hamil. Coulibaly juga menerangkan beberapa korban dipaksa oleh pelaku untuk melakukan aborsi.

Para penyelidik berhasil mengidentifikasi 83 terduga pelaku, baik itu warga negara Kongo maupun warga negara asing.

Dalam 21 kasus yang ditinjau, tim peninjau dapat menetapkan dengan pasti bahwa pelaku yang diduga terlibat merupakan staf WHO yang terlibat selama wabah Ebola berlangsung di Kongo.

Laporan tersebut juga mencatatkan bahwa korban pelecehan seksual tersebut tidak mendapatkan bantuan dan pendampingan yang dibutuhkan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut dokumen itu sebagai bacaan yang mengerikan dan menyampaikan permintaan maafnya kepada para korban dan penyintas.

Baca Juga: Ritual Minta Hujan, Gadis-gadis Kecil Diarak Bugil Keliling Desa

Ghebreyesus mengatakan dalam konferensi pers, “ini adalah prioritas teratas saya bahwa para pelaku tidak dieksekusi tetapi ditahan untuk dipertimbangkan.”

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait