Ketika itu, Alfred Riedl terpukau dengan aksi-aksi yang ditampilkan Okto ketika memperkuat Sriwijaya FC.
Setahun berselang, penampilan mengesankan pemain asal Papua itu juga membuat pelatih Rahmad Darmawan jatuh hati.
Ketika itu, RD yang ditunjuk sebagai juru taktik timnas U-23 Indonesia memanggil Okto untuk tampil di SEA Games 2011.
Sayangnya, skuad Garuda Muda gagal meraih medali emas setelah dijegal Malaysia pada partai final lewat babak adu penalti.
Baca Juga:Pesepakbola Nasional Okto Maniani Resmi Gabung Partai Gelora
Sejak saat itu, karier sepak bola Okto semakin surut. Dia beberapa kali membikin ulah dengan tindakan-tindakan indisipliner.
Sering Berulah
Potensi besar yang dimiliki Okto Maniani tak diiringi dengan sikap-sikap profesional. Sebab, dia sering melakukan tindakan indisipliner.
Sepanjang perjalanan kariernya, masa kerja Okto bersama klub-klub Indonesia terbilang sangat singkat. Dia sering berpindah-pindah klub.
Okto juga sempat tercatat sebagai pemain Persewar Waropen di Liga 2 2019. Bersama klub itu, ia masih saja berulah.
Baca Juga:Profil Okto Maniani, Eks-Pemain Timnas Indonesia yang Kini Masuk Partai Politik
Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman larangan bermain selama enam bulan untuknya.