Berdasarkan penelurusan Suara.com, narasi Pemerintah Indonesia menggadaikan Pulau Kalimantan ke China tidak benar.
Faktanya, video Presiden Xi Jinping saat berpidato itu tidak membahas mengenai Pulau Kalimantan. Video aslinya telah diunggah oleh stasiun televisi China, CGTN di akun YouTube resmi.
Isi pidato Presiden Xi Jinping adalah menyatakan akan meningkatkan kemitraan China dan Indonesia. Hal itu diungkapkan semasa pemerintahan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Berikut isi pidato asli yang disampaikan oleh Presiden Xi Jinping:
Baca Juga:Penampakan Mengerikan Banjir Besar di China Tewaskan 25 Orang
"Dalam kunjungan ini, saya dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama-sama mengumumkan bahwa hubungan Tiongkok-Indonesia akan ditingkatkan menjadi kemitraan strategis yang komprehensif.
Tujuannya agar hubungan kedua negara tetap maju dan berkembang secara menyeluruh. Saat ini hubungan lintas laut terpanjang di Asia Tenggara. Orang Indonesia sering mengatakan bahwa uang mudah didapat, dan teman sulit ditemukan.
Pemerintah China segera mengaktifkan mekanisme darurat dan mengumumkan pada hari yang sama akan memberikan bantuan ke negara-negara yang dilanda bencana termasuk Indonesia, dan melakukan penyelamatan asing terbesar sejak berdirinya Republik Rakyat China."
Video asli itu diunggah dengan judul "President Xi Jinping delivers speech at Indonesia parliament" atau "Presiden Xi Jinping memberikan pidato di parlemen Indonesia" pada 3 Oktober 2013.
KESIMPULAN
Baca Juga:Belasan Petugas Bandara Nanjing Positif Corona, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Dari penjelasan di atas, maka narasi yang menyebut Pemerintah China telah mengambil Pulau Kalimantan sebagai jaminan utang adalah hoaks.