Studi Baru: Orang Berkepribadian Tertutup Cenderung Bangun Tidur Lebih Cepat

Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepribadian, pola tidur dan bahkan genetika.

Riki Chandra
Rabu, 30 Juni 2021 | 13:35 WIB
Studi Baru: Orang Berkepribadian Tertutup Cenderung Bangun Tidur Lebih Cepat
Ilustrasi Bangun Tidur. (freepik)

SuaraSumbar.id - Sebuah studi baru dari para peneliti di University of Warwick mengungkap hubungan antara pola tidur dan kepribadian seseorang.

Penelitian baru ini meyakini bahwa ada sekumpulan ciri kepribadian tertentu yang terkait dengan pola tidur.

Melansir dari Healthshots, para peneliti dari University of Warwick dengan rekan-rekan dari University of Tartu melakukan penelitian yang diterbitkan pada Journal of Personality.

Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepribadian, pola tidur dan bahkan genetika.

Baca Juga:5 Hal Ini Bikin Kamu Sering Merasa Lelah saat Bangun Tidur, Apa Saja?

Contoh tipikal orang yang bangun pagi adalah seseorang yang bangun secara alami pada pukul 6 pagi, pergi jogging, mandi, sarapan, dan siap untuk hari yang produktif di tempat kerja pada pukul 9 pagi.

Sedangkan orang malam adalah mereka yang sulit untuk bangun di pagi hari dan merasa lebih produktif di malam hari.

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis hubungan antara waktu tidur (kronotipe), preferensi pagi/malam, dan ciri-ciri kepribadian pada tingkat fenotipik dan genetik.

Pada akhirnya para peneliti menemukan bahwa hubungan antara kepribadian dan pagi-malam sebagian disebabkan oleh faktor genetik.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki kesadaran tinggi dan keterbukaan rendah dikaitkan dengan pergi ke tempat tidur dan bangun dari tempat tidur lebih awal.

Baca Juga:5 Kondisi yang Picu Badan Lelah Saat Bangun Tidur

Orang yang kurang lugas (segi Agreeableness) dan mencari kegembiraan (segi Extraversion), serta lebih disiplin (segi Conscientiousness) juga cenderung bangun dan tidur lebih awal.

"Temuan kami telah membantu kami menemukan dua jalur yang mungkin memperlihatkan bagaimana kepribadian dapat memengaruhi kronotipe," kata Peneliti pascasarjana Dr Anita Lenneis, dari Departemen Psikologi di University of Warwick.

"Namun, bisa juga kronotipe memengaruhi kepribadian atau kronotipe dan kepribadian saling memengaruhi. Temuan korelasi genetik mendukung pandangan ini tetapi studi lebih lanjut akan diperlukan untuk lebih memahami mekanisme genetik bersama antara dua konstruksi serta kausalitas hubungan mereka," tambah Dr Lenneis. (Suara.com)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini