SuaraSumbar.id - Pegiat media sosial, Denny Siregar menyebut Amien Rais dan Partai PKS sedang membangunan narasi propaganda soal isu Joko Widodo (Jokowi) bisa terpilih kembali menjadi Presiden untuk periode ketiga.
"PKS sama Amien Rais lagi sibuk bikin propaganda jorok menolak @jokowi 3 periode. Padahal UU sudah mengatur masa jabatan Presiden, ngapain juga mereka tolak sesuatu yang gak bisa terlaksana?," tulis Denny di akun Twitternya, dikutip SuaraSumbar.id, Senin (15/3/2021).
"Apa pengen merusak citra @jokowi sebagai Presiden yang rakus jabatan ya? Ketahuan deh lu," cuit Denny dibarengi dengan emoji tertawa.
![Screenshot cuitan Denny Siregar ke Amien Rais. [ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/03/15/26488-denny-siregar.jpg)
Setelah beberapa jam berselang, lagi-lagi Denny Siregar memberikan cuitan menohok untuk Amien Rais. Dia menyebut, Amien merupakan contoh orang tua yang makin tua makin tidak jadi.
Baca Juga:Amien Rais: Sebelum Meninggal Dunia, Saya Mau Lihat Indonesia Tidak Rusak
"Mbah Amien adalah contoh dari peribahasa "tua tua keladi". Karena beliau makin tua makin gak jadi," cuit Denny.
Sebelumnya, mantan Ketua MPR RI, Amien Rais menilai, demokrasi Indonesia merosot drastis dan terkesan berubah menjadi oligarki.
Amien Rais mengatakan, hal itu membuat orang-orang prihatin karena telah menguntungkan kelompok elit politik saja.
"Sejak memproklamasikan kemerdekaan, demokrasi yang ingin kita tegakkan dari waktu ke waktu bukan menguat malah merosot makin buruk. Bahkan sekarang mungkin kita tidak bisa bicara demokrasi dengan bangga," kata Amien Rais di akun YouTube-nya, dikutip Minggu (14/3/2021).
"Tapi kita sadar demokrasi kita sudah menjadi oligarki yang tidak menguntungkan banyak orang, tapi meguntungkan kelompok elit yang bikin kita prihatin," sambungnya.
Baca Juga:Projo Sulsel Siap Menyambut Kedatangan Presiden Jokowi di Kota Makassar
Melanjutkan hal itu, Amien Rais mengungkapkan kecurigaannya terkait adanya usaha pemerintahan Jokowi menguasai seluruh lembaga tinggi negara. Hal itu menurutnya sangat berbahaya.
- 1
- 2