facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bertahan di Tengah Pandemi, Rendang Hj Fatimah Keliling Indonesia Pakai JNE

Riki Chandra Kamis, 31 Desember 2020 | 05:05 WIB

Bertahan di Tengah Pandemi, Rendang Hj Fatimah Keliling Indonesia Pakai JNE
Silvi Lestari (kiri), pemilih usaha Rendang Hj Fatimah di Kabupaten Solok saat memasak rendang dalam kuali berukuran besar. [Suara/Istimewa]

Usaha Rendang Hj Fatimah setia menggunakan jasa JNE karena dianggap tepat waktu dan bertanggungjawab.

SuaraSumbar.id - Pandemi Covid-19 betul-betul melumpuhkan semua sektor penghidupan masyarakat. Tak sedikit pelaku usaha di Indonesia yang gulung tikar hingga merumahkan jutaan karyawan.

Di tengah merayap lambatnya pergerakan ekonomi global, masih ada yang kokoh bertahan. Bahkan omzetnya tidak terlalu anjlok dibandingkan dengan hari-hari sebelum virus corona mewabah. Salah satunya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKMK) Rendang Hj Fatimah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

"Kalau turun pastilah ya, semua pelaku usaha terdampak karena Covid-19. Tapi Alhamdulillah tetap bertahan dan nggak sampai gulung tikar," kata pemilik usaha Rendang Hj Fatimah, Silvi Lestari (44) kepada SuaraSumbar.id, Rabu (30/12/2020).

Silvi mengaku, usahanya tetap berjalan baik mungkin karena menjual makanan khas Ranah Minang. Ya, siapa tak kenal rendang yang lezatnya sampai membuat orang lupa kenyang. Bahkan, CNN merilis rendang sebagai jawara pertama dari 50 ragam makanan terlezat di dunia pada 2017.

Baca Juga: Sopir Truk Tersangka, Ini Kronologi Tabrakan Beruntun di Lembah Anai

Menurut Silvi, usahanya rendang ini bagian dari menjaga budaya. Sebab, hampir semua perempuan di tanah Minang piawai memasak rendang. "Ada yang memang untuk keluarga saja. Ada juga yang dijadikan ladang usaha, seperti saya ratusan pengusaha rendang di Sumbar ini," katanya.

Panjang lebar Silvi berkisah tentang usaha rendang yang mulai dirintisnya sejak tahun 2011. Bisnis rendang beromzet puluhan juta itu berawal dari usaha kecil-kecilan yang niatnya hanya menambah pemasukan sebagai ibu rumah tangga (IRT).

“Semula iseng saja. Pas mencoba, jiwa entrepreneur saya datang. Saya mikir, gimana supaya cepat dikenal, banyak pelanggan. Tau-taunya sekarang jadi mata pencarian betulan,” kata ibu tiga anak itu.

Bisnis rendang Silvi awalnya hanya bermodalkan uang Rp 3 juta. Uang tersebut bukan semuanya dibelikan daging sapi, tapi juga untuk membeli perlengkapan memasak dan keperluan pembuatan rendang.

"Nama usaha ini sengaja pakai nama ibu Hj Fatimah, agar selalu ingat dengan beliau dan itu juga bagian dari doa," katanya.

Baca Juga: Jelang Tutup Tahun Anggaran PEN Baru Cair 72,3 Persen

Setahun berjalan, usaha rendang Silvi mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Permintaan mulai membeludak, terlebih saat jelang puasa, dan memasuki Hari Raya Idul Fitri. Menariknya, pemesan rendang Silvi mayoritas dari luar daerah Sumbar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait