Membangun Ekonomi Warga
Program KBA tak semata untuk mewujudkan lingkungan bersih. Namun juga memperhatikan bidang pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Sebab, muara dari KBA adalah untuk memandirikan masyarakat di tengah kampungnya sendiri.
MIS Muallimin Tabek satu-satunya sekolah yang di bawah binaan KBA. Kontribusi Astra mulai dari pembangunan MCK, gerbang, perpustakaan, laboratorium komputer, ruangan UKS hingga wastafel.
"KBA menyentuh pendidikan, kesehatan, kewirausahaan dan lingkungan. Bidang pendidikan, KBA Tabek fokus membina MIS Muallimin dan satu unit TK Al-Makmur," katanya.
Baca Juga:Alasan Paslon Gubernur Sumbar Nasrul Abit-Indra Catri Gugat KPU ke MK
Program KBA juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Menurut Kasri, mayoritas penduduk di sini berladang tebu. Proses pembuatan tebu menjadi gula merah butuh waktu hingga dua hari untuk menghasilkan 100 kilogram gula tebu.
Memangkas proses pengolahan tebu, Astra pun membantu pembuatan unit mesin kilang tebu semi modern yang disalurkan melalui Koperasi Serba Usaha Ekonomi Desa (KSU-ED) Tabek.
Mesin kilangan tebu semi modern juga mendongkrak jumlah produksi petani. Biasanya, sekali mengolah, petani merogoh kocek Rp 80 ribu, namun sekarang hanya perlu mengeluarkan Rp 40 ribu.
Biasanya, satu kilangan hanya mampu menghasilkan 50 kilogram gula tebu. Namun dengan menggunakan mesin itu, sehari bisa menghasilkan 300 kilogram gula tebu.
"Sangat membantu kami. Dari segi tenaga dan pendapatan mesin kilang semi modern ini betul-betul meringankan kami sebagai petani," tuturnya.
Baca Juga:Pria Sumbar Jual Motor Tetangga ke Pekanbaru Demi Nikahi Adik Kandung
Kini, untuk menambah nilai jual gula merah, warga Tabek juga mulai memproduksi gula semut. Mesin pembuat gula semut yang dipersembahan Astra juga telah berproduksi.