- Kapolda Sumbar Irjen Djati Wiyoto Abadhy menegaskan akan memecat anggota kepolisian yang terlibat kasus penyalahgunaan narkotika tanpa toleransi.
- Polda Sumbar memusnahkan 9 kilogram sabu dan 60 kilogram ganja hasil pengungkapan 61 kasus selama satu bulan terakhir.
- Upaya pencegahan narkoba diperkuat melalui kerja sama lintas instansi dan pembentukan program Kampung Bebas Narkoba di berbagai wilayah.
SuaraSumbar.id - Kapolda Sumbar Irjen Djati Wiyoto Abadhy mengatakan penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius yang harus diberantas secara menyeluruh.
Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh personelnya agar tidak terlibat, baik sebagai pengguna maupun bagian dari jaringan peredaran narkotika.
Djati Wiyoto menegaskan akan memecat polisi yang terlibat dalam narkotika. Penegasan itu disampaikan Djati Wiyoto usai memimpin pemusnahan barang bukti narkotika, Jumat, 17 Juli 2026.
"Saya tegaskan kepada seluruh anggota, siapa pun yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, tidak ada toleransi. Sanksinya pemberhentian tidak dengan hormat," katanya.
Ia mengatakan Polda Sumbar juga terus memperkuat langkah pencegahan melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya BNNP Sumbar, Bea Cukai hingga tokoh masyarakat.
Salah satu program yang terus dikembangkan ialah Kampung Bebas Narkoba yang telah dibentuk di masing-masing wilayah hukum kepolisian resor (polres). Program tersebut diharapkan menjadi model pencegahan penyalahgunaan narkotika berbasis masyarakat.
"Saya berharap program Kampung Bebas Narkoba menjadi role model pencegahan penyalahgunaan narkotika di seluruh wilayah hukum Polda Sumbar," ujarnya.
Musnahkan 9 Kg Sabu dan 60 Kg Ganja
Polda Sumbar memusnahkan 9 kilogram sabu dan 60 kilogram ganja hasil pengungkapan kasus selama satu bulan terakhir.
Baca Juga: Warga Agam Diduga Jadi Korban Penyekapan di Myanmar dan Memohon Pulang
Menurut Djati Wiyoto, selama sebulan terakhir pihaknya mengungkap 61 kasus narkotika dengan 79 orang tersangka yang terdiri dari 76 laki-laki dan tiga perempuan.
Seluruh barang bukti yang dimusnahkan telah memperoleh penetapan dari pengadilan serta dinyatakan positif mengandung narkotika berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Ulasan Novel Metropolis, Jejak Dendam di Balik Bayang Sindikat Narkotika
-
Operasi Gabungan Bongkar Pengiriman 800 Kg Ketamin di Kepri
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
Polisi Bongkar Industri Rumahan Sabu dan Ekstasi di Lampung, 9 Orang Diciduk
-
Badan Anti-Narkotika Amerika Serikat Selidiki Kematian Hayden Panettiere, Kenapa?
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
BRI Dorong Anak Muda Gunakan Teknologi untuk Disiplin Mengatur Keuangan
-
Kementerian Kebudayaan Umumkan Pemenang Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026
-
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Siapkan Ragam Promo Menarik
-
Minuman Manis Tak Langsung Bikin Gagal Ginjal, Tapi Kebiasaan Ini Bisa Jadi Risikonya
-
Ekonomi Kerakyatan Terus Digerakkan, BRI Kantongi Laba Rp31,2 Triliun