- Sumbar batasi kendaraan sumbu tiga selama arus mudik Lebaran 2026.
- Pembatasan berlaku 13 Maret hingga 29 Maret di jalur utama.
- Kendaraan pengangkut BBM dan kebutuhan pokok tetap diperbolehkan melintas.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga pada Lebaran 2026. Hal ini dilakukan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Ranah Minang.
Kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga Lebaran 2026 tersebut mulai diberlakukan pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran dapat berlangsung lebih tertib dan lancar.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengatakan bahwa kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga Lebaran 2026 diterapkan pada sejumlah jalur utama yang menjadi lintasan kendaraan antarwilayah di provinsi tersebut.
"Pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas diberlakukan pada ruas jalan Padang-Solok-Kiliran Jao hingga ke batas Provinsi Jambi," kata Mahyeldi, Minggu (8/3/2026).
Selain itu, pembatasan operasional kendaraan berat juga diberlakukan pada ruas jalan strategis lainnya, yakni jalur Kota Padang menuju Padang Panjang hingga Bukittinggi sampai ke perbatasan Provinsi Riau yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.
Dalam surat resmi yang ditandatangani Gubernur Sumbar itu dijelaskan secara rinci jenis kendaraan yang masuk dalam kategori pembatasan operasional selama masa angkutan Lebaran.
Jenis kendaraan yang dibatasi antara lain mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, mobil barang yang menggunakan kereta tempelan, serta mobil barang dengan kereta gandengan.
Selain itu, kendaraan pengangkut komoditas tertentu juga termasuk dalam kategori pembatasan. Kendaraan tersebut meliputi mobil barang yang digunakan untuk pengangkutan minyak mentah sawit atau crude palm oil (CPO), hasil galian seperti tanah, pasir dan batu, hingga kendaraan pengangkut hasil tambang serta bahan bangunan.
Meski demikian, pemerintah memberikan sejumlah pengecualian terhadap kendaraan tertentu yang dinilai memiliki kepentingan langsung terhadap kebutuhan masyarakat.
Kendaraan yang tetap diperbolehkan beroperasi antara lain mobil barang pengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas, kendaraan pengangkut ternak, serta kendaraan yang membawa pupuk.
Selain itu, mobil pengangkut bantuan untuk korban bencana alam dan kendaraan yang membawa bahan kebutuhan pokok juga tidak termasuk dalam pembatasan tersebut.
Komoditas yang masuk dalam kategori kebutuhan pokok di antaranya beras, tepung terigu, tepung gandum, tepung tapioka, jagung, gula, sayur-sayuran, buah-buahan, daging, ikan, daging unggas, minyak goreng, mentega, susu, telur, garam, kedelai, bawang dan cabai.
Mahyeldi mengatakan kebijakan pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga atau lebih tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengaturan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Ia mengatakan, kebijakan pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga atau lebih itu dalam rangka menjamin keselamatan, keamanan, ketertiban, kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan selama arus mudik dan arus balik Lebaran di Ranah Minang.
Tag
Berita Terkait
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
-
Ini Deretan Kontroversi Arteria Dahlan, Terbaru Foto Bersama di Jalur Maut Sitinjau Lauik
-
Komisarisnya Narsis di Sitinjau Lauik, Ini Profil BUMN Pusri Palembang
-
Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Petani di Pulau Simeulue Aceh Tunda Penanaman Padi, Kenapa?
-
Heboh Teror 'Pocong Begal' di Solok, Polisi Bilang Hoaks
-
JEMBATAN Soroti Persekusi Mahasiswa di PNJ dan UNP: Kampus Harus Jadi Ruang Aman Bebas Diskriminasi
-
Mau Mendaki Gunung? Ini Panduan yang Wajib Anda Ketahui
-
Kunjungan Wisatawan ke Sumbar April 2026 Menurun, Hotel Berbintang Justru Catat Kenaikan Hunian