-
Kerusakan alat bongkar muat Teluk Bayur tingkatkan biaya logistik daerah.
-
Pelindo didesak revitalisasi alat kontainer demi percepatan distribusi barang nasional.
-
Hambatan logistik Sumbar picu antrean truk inflasi keluhan pelaku usaha.
SuaraSumbar.id - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Cabang Teluk Bayur didesak untuk segera melakukan revitalisasi alat bongkar muat di area kontainer guna menekan biaya logistik yang terus meningkat.
Desakan itu disampaikan Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (DPW ALFI) Sumatera Barat (Sumbar) setelah rapat anggota yang melibatkan lintas asosiasi.
Ketua Umum DPW ALFI Sumatera Barat, Rifdial Zakir, menyampaikan, rapat tersebut dihadiri Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sumbar, Syafrizal, serta Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Sumbar, Dodi Andrius, Selasa (27/1/2026).
Rifdial menjelaskan, permasalahan kerusakan alat bongkar muat di area kontainer, seperti Reach Stacker (RS) dan Rubber Tyred Gantry (RTG), telah berlangsung hampir lima tahun tanpa adanya perbaikan signifikan.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap waktu pelayanan bongkar muat kontainer yang semula hanya membutuhkan waktu sekitar 12 jam, kini meningkat hingga 24 jam.
“Kami mendesak Pelindo Cabang Teluk Bayur untuk merevitalisasi alat bongkar muat dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Alat tersebut harus diganti dan ditambah dengan unit baru, bukan sekadar diperbaiki, karena kondisinya sudah sangat krusial,” ujarnya.
Kerusakan alat tersebut juga menyebabkan antrean truk di pelabuhan semakin panjang. Jika sebelumnya waktu tunggu hanya berkisar satu hingga dua jam, saat ini dapat mencapai satu hari penuh. Kondisi ini memicu keluhan keras dari pemilik kargo akibat keterlambatan distribusi barang.
Situasi semakin diperberat dengan masih ditutupnya jalur logistik utama melalui Lembah Anai. Akibatnya, seluruh arus distribusi barang harus bergantung pada jalur Sitinjau Lauik, yang memiliki keterbatasan kapasitas dan risiko keselamatan.
Terkait keterlambatan bongkar muat yang disebabkan oleh kendala teknis dari pihak pelabuhan, ALFI Sumatera Barat meminta adanya kompensasi berupa perpanjangan masa bebas biaya penyimpanan (free storage). Saat ini, Pelindo menetapkan masa free storage selama satu hingga lima hari.
“Kami mengusulkan agar free storage diperpanjang menjadi 15 hari. Kerusakan alat milik Pelindo menyebabkan penumpukan barang yang lama di pelabuhan, sehingga tidak adil apabila anggota kami dibebankan biaya tambahan akibat masalah yang bukan berasal dari pihak kami,” tegasnya.
Selain persoalan operasional, ALFI Sumatera Barat juga menyatakan penolakan terhadap Peraturan Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 7 Tahun 2025 yang mengubah kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) dari 52291 menjadi 52311.
"Perubahan tersebut dinilai menimbulkan tumpang tindih dengan regulasi lain dan berpotensi merugikan perusahaan anggota," ungkapnya.
Rifdial menambahkan bahwa dalam dua tahun terakhir, pelaku usaha logistik terus dihadapkan pada berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak, mulai dari pembatasan kepemilikan armada hingga perubahan kode usaha.
ALFI Sumbar telah menyampaikan keberatan tersebut kepada pengurus pusat agar segera dilakukan revisi secara nasional. Hambatan arus logistik di Sumbar akan berdampak langsung terhadap perekonomian daerah.
"Biaya logistik yang tinggi pada akhirnya akan dibebankan kepada penerima barang, memicu inflasi, serta meningkatkan ketidakpuasan konsumen,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Dwelling Time Bikin Biaya Logistik Bengkak, Anak Buah Purbaya Bakal Andalkan PLB
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi
-
BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik
-
Ketika Ruang Belajar Berubah Menjadi Tempat Kekerasan
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Jangan Lewatkan Promo BRI Kartu Kredit untuk Jus Buah Boost, Diskon 25% dengan Tap to Pay
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang