- Menparekraf Widiyanti Putri Wardhana meninjau pengembangan pariwisata di Sumatera Barat pada Rabu, 29 April 2026.
- Pemerintah berencana memperpanjang landasan pacu Bandara Mentawai agar mampu menampung pesawat berbadan besar bagi wisatawan.
- Peningkatan aksesibilitas udara tersebut harus diimbangi dengan ketersediaan akomodasi hotel yang memadai bagi para pengunjung.
SuaraSumbar.id - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, melakukan kunjungan kerja ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Sumatera Barat, Rabu 29 April 2026.
Kunjungan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi langsung dari pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait pengembangan sektor pariwisata di Ranah Minang.
Widiyanti menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat krusial untuk memetakan kebutuhan industri pariwisata. Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah pengembangan infrastruktur di Kepulauan Mentawai.
Ia mengungkapkan adanya aspirasi mengenai perlunya penambahan panjang landasan pacu (runway) bandara agar dapat mengakomodasi pesawat berbadan besar.
"Contohnya di Mentawai membutuhkan penambahan landasan terbang, sehingga pesawat besar bisa datang. Namun, hal tersebut tentu harus dibarengi dengan kesiapan daya dukung lainnya," katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peningkatan aksesibilitas udara harus diikuti dengan kesiapan sektor pendukung, terutama ketersediaan hotel dan jumlah kamar yang memadai.
Menurutnya, tanpa kesiapan akomodasi yang mumpuni, peningkatan kapasitas penerbangan tidak akan memberikan dampak optimal bagi kenyamanan wisatawan.
"Kalau pesawat besar datang, harus dipastikan juga hotelnya siap dan kamar mencukupi, supaya wisatawan bisa menginap dengan nyaman," jelasnya.
Selain fokus pada pembangunan fisik, Pemerintah Pusat juga tengah mendorong pengembangan wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism).
Sumatera Barat diproyeksikan menjadi pusat wisata gastronomi dan wisata ramah muslim (muslim-friendly tourism) sebagai daya tarik tambahan untuk menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Widiyanti menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci utama. Pengembangan pariwisata di Sumatera Barat harus dilakukan secara terintegrasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat agar potensi alam dan budaya yang besar dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan.
"Kita harus sama-sama mengupayakan ini. Tidak hanya infrastruktur, tetapi juga kesiapan industri pariwisata secara keseluruhan," katanya.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Dana Pemulihan Mulai Tersalurkan, Satgas PRR Dorong K/L dan Pemda Percepat Aksi
-
Pendangkalan Sungai Hambat Aktivitas Nelayan di Padang
-
Sisa Material Banjir Bandang Masih Selimuti Kawasan Muara Batang Kuranji
-
Dongkrak Kunjungan Wisata, FE Watersport Sensasi Baru di Danau Singkarak
-
Harimau Sumatera Dievakuasi usai Masuk Ladang Warga
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Nyeri Pinggang Menjalar hingga ke Kaki? Ini Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Diabaikan
-
5 Tanda Tubuh Butuh Sudah Minta Istirahat, Jangan Abaikan Sebelum Burnout
-
Bukan Air Putih, 4 Minuman Ini Ramah Gula Darah Jika Dikonsumsi Malam Hari
-
Korban Penipuan Hanania Travel Bertambah Jadi 1.286 Orang, Kerugian Tembus Rp35,3 Miliar
-
Kabar Baik untuk Guru Madrasah, Insentif Non-ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026