Suhardiman
Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:29 WIB
Ilustrasi cabai (Pexels/Artem Beliaikin)
Baca 10 detik
  • Lanny Siswandi menyarankan pembelian cabai dalam jumlah sedikit agar tidak cepat busuk dan meminimalisir risiko kerusakan bahan.
  • Penumpukan cabai dalam wadah dapat memicu munculnya ulat sehingga kualitas bahan menurun dan tidak layak konsumsi.
  • Masyarakat disarankan menanam sendiri cabai di rumah untuk memperoleh hasil panen berkelanjutan serta menjaga kesegaran bahan masakan.

SuaraSumbar.id - Cabai merupakan bahan dapur yang hampir selalu ada di masakan Indonesia. Namun, banyak orang menghadapi masalah yang sama, cabai cepat busuk setelah dibeli.

Padahal, harga cabai sering naik turun, sehingga penting untuk menyimpannya dengan benar agar tidak terbuang sia-sia.

Pemilik merek Sambal Bu Rudy Lanny Siswandi membagikan sejumlah tips sederhana namun efektif agar cabai tetap segar lebih lama di rumah.

"Cabai itu sangat rentan rusak, begitu ada satu ulat dalam wadah, itu bisa jadi ulat semua," kata Lanny, melansir Antara, Jumat, 1 Mei 2026.

Lanny mengatakan ibu rumah tangga pada umumnya hanya membeli keperluan cabai sebanyak setengah sampai satu ons saja.

Penggunaannya pun ditujukan untuk menambah cita rasa pedas maupun membuat sambal sebagai pelengkap hidangan. Jumlah pembelian sedikit akan meminimalisasi risiko cabai menjadi cepat busuk.

Pada pembelian dalam jumlah yang banyak seperti usahanya yang bisa membeli 400 hingga 500 kilogram cabai, dia mengatakan cabai harus segera digunakan pada saat itu juga.

Cabai yang dibiarkan menumpuk dalam wadah, katanya, akan cepat dihinggapi oleh ulat dan merusak kualitas dari bahan tersebut.

"Jadi langsung buat, lebih bagus kalau sudah dimasak, daripada disimpan," ujarnya.

Selain menyesuaikan keperluan dengan masakan sehari-hari, Lanny juga menyarankan para ibu untuk menanam cabai sendiri dibandingkan membelinya.

Cara ini dinilai efektif untuk memanen cabai secara bertahap, dan memiliki hasil panen yang berkelanjutan.

Load More