-
Polsek Telanaipura menetapkan lima perempuan Gen Z sebagai tersangka pengeroyokan fisik brutal terhadap mahasiswi Jambi, Delita, yang videonya sempat viral.
-
Motif pengeroyokan terhadap Delita adalah masalah sakit hati. Pelaku menuduh korban menyebarkan isu atau rumor tidak sedap tentang salah satu tersangka.
-
Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan di muka umum setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polresta Jambi.
SuaraSumbar.id - Keadilan akhirnya menemui jalannya bagi Delita (20), seorang mahasiswi di Jambi yang sempat menjadi korban perundungan fisik brutal oleh sekelompok perempuan muda. Kasus yang videonya sempat viral dan memicu amarah warganet di Instagram ini kini memasuki babak baru yang lebih serius.
Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Polsek) Telanaipura, Jambi, bergerak tegas dengan menetapkan lima orang perempuan sebagai tersangka. Penetapan ini dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara dan menemukan bukti permulaan yang cukup atas dugaan tindak pidana pengeroyokan.
Kasi Humas Polresta Jambi, Ipda Deddy, mengonfirmasi peningkatan status hukum kelima orang yang sebelumnya hanya berstatus saksi tersebut.
"Kelima remaja itu ditetapkan sebagai tersangka setelah mereka menjalani pemeriksaan intensif,” kata Ipda Deddy, Kamis (27/11/2025).
Adapun kelima tersangka yang semuanya merupakan perempuan muda alias Gen Z ini berinisial DAA (24), TSPH (24), DDU (19), DD (19), dan DR (20).
Peristiwa yang mencoreng solidaritas sesama perempuan ini terjadi pada Senin dini hari, 6 Oktober 2025, sekitar pukul 00.30 WIB. Lokasi kejadian berada di sebuah rumah kontrakan di Jalan Yulius Usman, Kelurahan Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura.
Berdasarkan hasil penyidikan, kejadian bermula dari modus ajakan nongkrong. Korban dijemput dan diajak oleh salah satu tersangka, tanpa menyadari bahwa itu adalah jebakan. Setibanya di kontrakan, suasana berubah mencekam. Delita dipaksa berdiri dan diintimidasi untuk menandatangani selembar kertas bermeterai yang masih kosong sebuah indikasi adanya rencana terselubung.
Situasi memanas ketika cekcok mulut terjadi. Emosi para pelaku meledak hingga kekerasan fisik tak terhindarkan.
"Penamparan berulang terjadi, diikuti dengan aksi penjambakan rambut dan benturan kepala ke dinding oleh tersangka lainnya," jelas Deddy menggambarkan kebrutalan para pelaku.
Baca Juga: Sumbar dan Jambi Berebut Tuan Rumah PON 2032, KONI Pusat Beri Lampu Hijau
Beruntung, korban akhirnya berhasil dijemput oleh rekannya dan langsung melaporkan trauma fisik serta psikis yang dialaminya ke pihak berwajib.
Apa yang membuat kelima perempuan muda ini begitu beringas? Polisi mengungkap bahwa motif di balik pengeroyokan ini adalah masalah personal yang sensitif. Salah satu tersangka merasa sakit hati dan menuduh korban telah menyebarkan rumor tidak sedap.
Korban dituduh menyebarkan isu bahwa salah satu pelaku mengidap penyakit tertentu. Tuduhan ini memicu amarah kolektif dari circle pertemanan pelaku hingga berujung pada aksi main hakim sendiri.
"Kelima pelaku awalnya dipanggil sebagai saksi. Namun, setelah penyidik melakukan pemeriksaan dan gelar perkara, status mereka ditingkatkan menjadi tersangka," tambah Deddy.
Kini, kelima tersangka harus mempertanggungjawabkan arogansi mereka di mata hukum. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengeroyokan di muka umum. Ancaman hukuman penjara menanti di depan mata, sebuah harga mahal yang harus dibayar akibat ketidakmampuan mengontrol emosi.
Hingga saat ini, penyidik Polsek Telanaipura masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat, serta mengungkap motif secara lebih detail. Langkah kepolisian ini diharapkan menjadi pelajaran keras bagi anak muda Jambi dan netizen secara umum: bahwa kekerasan fisik dan perundungan tidak akan pernah lolos dari jerat hukum, seviral apapun kalian di media sosial. [Antara]
Berita Terkait
-
Sumbar dan Jambi Berebut Tuan Rumah PON 2032, KONI Pusat Beri Lampu Hijau
-
Jalan Alternatif Jambi-Sumbar di Padang Lamo Cuma Bisa Dilewati Kendaraan Jenis Ini
-
1.100 KK Terdampak Banjir, Bupati Dharmasraya Upayakan Normalisasi Batang Siat!
-
Jalan Sumbar-Jambi Putus Total, Jembatan Darurat Baja Segera Dipasang!
-
Jalan Lintas Sumbar-Jambi Putus, Polisi: Arus Lalu Lintas Tetap Lancar!
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Semen Padang FC Wajib Menang Lawan PSIM, Malam Ini Laga Hidup Mati Kabau Sirah
-
Rekomendasi HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik Saat Ini di Blibli
-
Jalur Padang-Bukittinggi via Malalak Lumpuh Total Usai Diterjang Longsor, Ini Saran untuk Pengendara
-
UHC Sumbar Belum Tercapai, BPJS Kesehatan Butuh 432 Ribu Peserta Aktif
-
BNPB Salurkan Bantuan Stimulan Rumah Rusak Tahap II di Sumbar, Suharyanto: Ini Bukan yang Terakhir!