-
Bantuan stimulan BNPB tahap dua cair di Sumbar.
-
Tak ada pengungsi tersisa di Sumatera Barat.
-
Program Destana efektif tekan risiko korban jiwa.
SuaraSumbar.id - Penyaluran bantuan stimulan rusak rusak tahap kedua untuk korban bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali digulirkan di Sumatera Barat (Sumbar).
Bantuan itu diserahkan langsung Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, di Kabupaten Tanah Datar, Selasa (3/3/2026). Menurutnya, bantuan stimulan ini merupakan lanjutan dari tahap pertama yang telah disalurkan sebelumnya.
“Ini merupakan tahap kedua penyaluran bantuan. Tahap pertama telah dilaksanakan secara serentak di 25 kabupaten/kota pada Februari lalu. Saat ini, bantuan disalurkan kepada 19 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut,” ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis.
Khusus di Sumbar, bantuan stimulan BNPB tahap II diberikan kepada warga di dua daerah, yakni Tanah Datar dan Pesisir Selatan. Di Kabupaten Tanah Datar, bantuan diserahkan kepada 126 kepala keluarga dengan total nilai Rp2,865 miliar. Sementara di Kabupaten Pesisir Selatan, bantuan diberikan kepada 103 kepala keluarga dengan nilai Rp2,415 miliar.
Dengan penyaluran ini, seluruh 14 kabupaten/kota terdampak di Sumbar telah menerima bantuan stimulan untuk rumah rusak kategori ringan dan sedang.
“Tentu saja ini bukan yang terakhir. Apabila nanti ada penambahan data yang diajukan, kami akan salurkan pada tahap berikutnya. Ini adalah bentuk komitmen dan tanggung jawab pemerintah,” tegas Suharyanto.
Pemerintah juga menyiapkan skema berbeda untuk rumah rusak berat melalui pembangunan hunian sementara (Huntara) serta pemberian dana tunggu hunian (DTH). Suharyanto memastikan, saat ini tidak ada lagi warga yang bertahan di tenda pengungsian di Sumatera Barat.
“Semuanya telah menempati Huntara atau tinggal bersama keluarga/saudara sambil menerima DTH,” katanya.
Fokus berikutnya adalah pembangunan hunian tetap (Huntap). Pembangunan dilakukan secara terpusat bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga, sementara Huntap in situ ditangani langsung oleh BNPB.
“Pembangunan ini tidak menunggu Huntara selesai sepenuhnya, melainkan berjalan paralel. Masyarakat yang telah mengajukan lahan dapat segera dibangunkan hunian tetap,” ujarnya.
Salah seorang penerima bantuan, Erwin, warga Desa Tanjung Sawah, mengaku bersyukur atas dana yang diterimanya setelah rumahnya terdampak banjir.
“Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Dana tersebut akan saya gunakan untuk merenovasi rumah. Semoga bencana seperti ini tidak lagi melanda daerah kami,” ucap Erwin.
Dalam kesempatan terpisah di Bireuen, Aceh, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan komitmen percepatan rehabilitasi.
“Kita akan berupaya secepat mungkin. Mohon kerja sama semua pihak. Kami juga telah menetapkan rencana induk tahap pertama untuk penanganan bencana Sumatera ini,” kata Pratikno.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyebut tidak ada korban jiwa meski bencana berdampak masif di daerahnya.
Berita Terkait
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga Level III, Potensi Erupsi Lanjutan Masih Tinggi
-
Anak Krakatau Masih Siaga, Suplai Magma dari Kedalaman Meningkat
-
BNPB: Water Bombing Tak Berguna Jika Api Karhutla Sudah Membesar
-
Prabowo Wacanakan Merger BMKG-Badan Geologi, DPR Usul BNPB Ikut Dilebur dalam Satu Kementerian
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM
-
Raih Penghargaan, BRI Dorong Transformasi Digital Lewat BRImo Taiwan