-
UHC Sumbar belum tercapai dan butuh tambahan peserta aktif.
-
Rasio klaim JKN Sumbar capai 300 persen.
-
Tujuh daerah belum penuhi kriteria UHC.
SuaraSumbar.id - Capaian UHC Sumbar hingga 1 Februari 2026 masih belum memenuhi target meski tingkat kepesertaan JKN di provinsi Sumaterab Barat telah menembus 94,87 persen dari total penduduk.
Data ini diungkap dalam media gathering yang digelar BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Padang, Selasa (3/3/2026).
Deputi Wilayah II BPJS Kesehatan, Oktovianus Ramba, menyampaikan bahwa dari total penduduk Sumatera Barat sebanyak 5.887.418 jiwa, sebanyak 5.585.470 jiwa telah terdaftar sebagai peserta JKN.
Namun, untuk mendorong UHC Sumbar benar-benar tercapai secara menyeluruh, dibutuhkan tambahan 432.497 peserta aktif dengan dukungan pembiayaan sekitar Rp16,3 miliar per bulan.
Ia menjelaskan, dinamika kepesertaan, terutama pada segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), turut memengaruhi tingkat keaktifan peserta di Sumbar.
Total pendaftaran PBI JK tercatat 1.762.437 jiwa, terdiri dari 1.612.708 peserta existing, 25.862 peserta baru, 14.444 reaktivasi, 69.498 pengalihan dari PBPU Pemda, serta 36.096 pengalihan dari segmen lain.
Dari proses tersebut terjadi penambahan 145.498 jiwa. Namun, di sisi lain terdapat penonaktifan 143.634 jiwa yang didominasi pembaruan peringkat kesejahteraan keluarga melalui penyesuaian desil.
"Kondisi ini membuat target UHC Sumbar masih menghadapi tantangan, terutama dalam menjaga keaktifan peserta JKN," katanya.
Sepanjang 2025, penerimaan iuran JKN di Sumbar tercatat sekitar Rp1,6 triliun. Sementara itu, biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp4,2 triliun dengan rasio klaim sekitar 300 persen. Artinya, biaya pelayanan kesehatan tiga kali lebih besar dibandingkan penerimaan iuran yang dihimpun sepanjang tahun tersebut.
"Dari sisi pemanfaatan layanan, sepanjang 2025 tercatat rata-rata 47.319 kunjungan per hari atau sekitar 17,2 juta kunjungan dalam setahun," jelasnya.
Hingga 31 Desember 2025, jumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Sumbar mencapai 576 fasilitas. Dari jumlah itu, puskesmas sebanyak 289 unit atau 48,44 persen.
Kota Padang menjadi daerah dengan jumlah FKTP terbanyak, yakni 112 fasilitas atau sekitar 19,44 persen dari total keseluruhan. Sementara itu, Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) tercatat sebanyak 85 rumah sakit, terdiri dari 36 rumah sakit pemerintah dan 49 rumah sakit swasta.
Dari total kabupaten dan kota di Sumbar, masih terdapat tujuh daerah yang belum memenuhi kriteria UHC.
Dari 12 kabupaten dan kota yang telah mencapai UHC, hanya tujuh yang diproyeksikan mampu mempertahankan status tersebut hingga akhir 2026, sedangkan lima lainnya masih menghadapi tantangan pada aspek keaktifan peserta.
BPJS Kesehatan berharap dukungan pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan kepesertaan aktif melalui optimalisasi segmen peserta dan penguatan komitmen pembiayaan daerah agar target UHC Sumbar dapat segera terwujud.
Berita Terkait
-
BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?
-
Vasektomi Bisa Pakai BPJS Kesehatan? Ini Daftar Layanan KB yang Ditanggung BPJS
-
Karhutla Kepung Pusat Konservasi Gajah Padang Sugihan
-
Karhutla Bakar 2.300 Hektare Suaka Margasatwa Padang Sugihan
-
Strategi 'Subsidi Silang' RSUD Jakarta: Layanan Eksekutif Bakal Sokong Biaya Pasien BPJS
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
BRI Dorong Akses Hunian, Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta
-
Jangan Lewatkan Promo BRI Kartu Kredit untuk Jus Buah Boost, Diskon 25% dengan Tap to Pay
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung