Ayah dan ibunya, Doni Afrijal dan Julimar, bekerja sebagai kuli angkut kayu manis, dengan penghasilan yang tidak menentu.
Menyadari potensi besar Devit, warga sekampung di Malala bergotong royong menggalang dana secara sukarela untuk membiayai keberangkatannya ke Bandung.
PT Paragon juga memberikan dukungan serupa seperti kepada Nauli.
Deka Fakira Berna
Deka Fakira Berna, siswa SMAN 1 Padang, diterima di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB.
Keberhasilannya melanjutkan tradisi sekolahnya dalam melahirkan siswa unggul yang menembus kampus-kampus ternama di Indonesia.
Meskipun tidak dijelaskan secara rinci latar belakang ekonominya, Deka juga mendapatkan beasiswa KIP-Kuliah, sama seperti Nauli dan Devit.
Beasiswa KIP-Kuliah merupakan bentuk program bantuan dari pemerintah untuk mahasiswa dari keluarga prasejahtera agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi.
Program ini merupakan kelanjutan dari beasiswa Bidikmisi, yang bertujuan menjamin akses setara terhadap pendidikan berkualitas.
Kunjungan Rektor ITB ke Sumatera Barat turut didampingi oleh sejumlah tokoh pendidikan dari ITB. Di antaranya adalah Imam Santoso dari Kelompok Keahlian Teknik Metalurgi FTTM ITB, Prof Sophi Damayanti dari Sekolah Farmasi sekaligus Direktur Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB, serta Nurlaela Arief dari Sekolah Bisnis dan Manajemen yang juga menjabat sebagai Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB.
Kegiatan ini turut didukung oleh PT Paragon Technology and Innovation yang menunjukkan kepedulian dunia industri terhadap pendidikan, melalui pemberian bantuan nyata bagi mahasiswa baru dari daerah.
Zahra Shofia Hanin, perwakilan dari PT Paragon, juga hadir dalam kegiatan ini, mempertegas kolaborasi antara dunia usaha dan pendidikan tinggi.
Kisah Nauli, Devit, dan Deka bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga simbol semangat dan daya juang anak bangsa di tengah keterbatasan.
Kehadiran Rektor ITB dan jajaran dosen dalam kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa ITB tidak hanya fokus pada keunggulan akademik, tetapi juga pada inklusivitas dan pemerataan kesempatan.
Program seperti KIP Kuliah, dukungan masyarakat, serta sinergi dengan dunia usaha seperti yang dilakukan PT Paragon, memperkuat jalan bagi anak-anak dari keluarga sederhana untuk tetap bermimpi dan menembus perguruan tinggi terbaik.
Berita Terkait
-
L'Oreal Brandstorm 2026: Anak Muda ITB Wakili Indonesia ke Paris Lewat Inovasi Parfum Pintar
-
Dialog Terima Kasih Soeharto di Film Dilan ITB 1997 Picu Kontroversi
-
7 Fakta Film Dilan ITB 1997, Kapan Tayang di Bioskop Indonesia?
-
Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati
-
Dilan: ITB 1997 Tuai Kritik, Ariel NOAH dan Raline Shah Dianggap Terlalu Dewasa
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Mahasiswa di Padang Ditemukan Tewas di Kos, Tubuh Sudah Hitam-Bengkak
-
KAI Divre II Sumbar Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Paulima-Indarung
-
Saldo DANA Kaget Jumat Dibagikan Hari Ini, Begini Cara Mendapatkannya
-
Jumlah Pemilih di Kota Solok Bertambah 379 Orang
-
Jadwal Samsat Keliling Kota Padang, Jumat 10 April 2026, Cek Lokasi dan Jam Layanan Terdekat