-
BNPB percepat pembangunan huntara Sumbar jelang Ramadhan 1447 Hijriah.
-
Kabupaten Agam jadi prioritas pembangunan huntara terbanyak.
-
Target pembangunan huntara Tanah Datar dipangkas jadi 10 hari.
SuaraSumbar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupayakan percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara) untuk korban bencana di Sumatera Barat (Sumbar). Huntara tersebut ditarget rampung jelang memasuki bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian menyampaikan harapannya agar seluruh Huntara di Sumbar yang saat ini dalam tahap pembangunan bisa segera difungsikan.
Ia menekankan pentingnya percepatan tersebut mengingat kebutuhan hunian yang mendesak bagi masyarakat terdampak bencana ekologis di berbagai wilayah Sumatera Barat.
"Kita berharap sebelum bulan puasa seluruh huntara ini sudah bisa ditempati warga," kata Rustian, Rabu (7/1/2026).
Dalam upaya percepatan Huntara di Sumbar, sejumlah daerah telah menetapkan lokasi pembangunan hunian sementara. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, serta Kabupaten Solok. Penetapan lokasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan proses pembangunan berjalan terarah.
Dari seluruh daerah tersebut, Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan jumlah unit huntara terbanyak. Rustian membenarkan hal itu karena Agam tercatat sebagai daerah paling parah terdampak bencana ekologis pada akhir 2025.
Dampak tersebut menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan hunian sementara dalam jumlah besar.
"Insyaa Allah pembangunan huntara di Kabupaten Agam akan lebih cepat pembangunannya dan jumlahnya jauh lebih banyak dari daerah lain di Sumbar," katanya.
Selain Agam, BNPB juga memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan huntara di Kabupaten Tanah Datar.
Rustian secara langsung meminta agar target pengerjaan dipercepat. Dari rencana awal 20 hari, ia meminta pembangunan diselesaikan dalam waktu 10 hari guna mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang.
"Saya hadir di sini untuk memastikan pengerjaan huntara lebih cepat lagi yang sebelumnya dilaporkan 20 hari, saya minta 10 hari selesai," ujarnya.
Di kawasan sekitar Kantor Camat Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, pemerintah merencanakan pembangunan 15 unit huntara. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kondisi warga yang tinggal terpencar sehingga memerlukan pengaturan lokasi yang lebih fleksibel.
Dalam kesempatan yang sama, Rustian juga menyoroti dukungan dari perantau Minangkabau yang turut membantu proses pemulihan pascabencana. Sejak bencana terjadi, bantuan berupa paket sembako dan kebutuhan lainnya terus mengalir dari para perantau.
"Hebatnya, perantau Minang saya lihat juga pulang untuk memberikan bantuan kepada masyarakat," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Palembang, BNPB Pindahkan Operasi Modifikasi Cuaca
-
Gempa 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Lansia 73 Tahun Meninggal karena Kaget
-
Update Kondisi Sumba Barat Usai Diguncang Gempa 6,1 M: 26 Bangunan Rusak, 1 Warga Jadi Korban
-
Gempa M 6,1 Guncang NTT Minggu Pagi, Begini Kondisi Terkini di Lapangan
-
Warga Eks Bantaran Rel Pasar Gaplok Ingin Huntara Senen Jadi Tempat Tinggal Tetap
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum BRI Perkuat Ekonomi Lokal
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Hijau, BRI Perkuat Pengelolaan Sampah
-
8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Ditahan Kasus Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
-
Brand Finance Indonesia 100 2026 Tempatkan BRI di Peringkat Pertama Merek Paling Bernilai
-
Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan