- Magrib 18.42 WIB penanda sah berbuka puasa.
- Isya pukul 19.47 WIB awal salat dan tarawih.
- Perbarui imsakiyah serta pilih menu sehat seimbang.
SuaraSumbar.id - Mengetahui jadwal berbuka menjadi hal penting bagi umat Muslim selama Ramadan. Di Kota Bukittinggi, waktu Magrib pada Selasa, 24 Februari 2026, menjadi penanda berakhirnya ibadah puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Sesuai jadwal imsakiyah wilayah setempat, berikut rincian waktu salat:
MAGRIB: 18.42 WIB
ISYA: 19.47 WIB
Masuknya waktu Magrib menandakan umat Muslim diperbolehkan untuk membatalkan puasa. Sementara itu, waktu Isya menjadi awal pelaksanaan salat Isya yang kemudian dilanjutkan dengan ibadah malam Ramadan seperti salat tarawih.
Karena jadwal salat dapat mengalami perubahan beberapa menit setiap harinya, masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi imsakiyah agar pelaksanaan ibadah tetap tepat waktu.
Menjelang azan Magrib, umat Muslim dianjurkan menyiapkan hidangan secukupnya dan membaca doa berbuka sebagai ungkapan syukur. Doa yang umum dibaca adalah:
“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu.”
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Selain memperhatikan waktu berbuka, pemilihan menu juga penting agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik.
Mengawali dengan makanan ringan seperti buah segar atau kolak dengan kadar gula terkontrol dapat membantu mengembalikan energi.
Untuk hidangan utama, sup ayam, ikan, atau sumber protein lainnya dapat menjadi pilihan yang lebih ringan dibandingkan makanan berminyak.
Dengan mengetahui jadwal buka puasa secara tepat dan menjaga pola makan seimbang, umat Muslim di Kota Bukittinggi dapat menjalankan Ramadan 2026 dengan lebih tertib dan tetap menjaga kesehatan.
Berita Terkait
-
Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi dan Riau! Warga Diimbau Pakai Masker Demi Kesehatan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
WALHI: PETI di Sumbar Sudah Hancurkan Lebih dari 10 Ribu Hektare Hutan dan Lahan
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Bolehkah Puasa Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan? Begini Hukumnya dalam Islam
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
Terkini
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia