- Puluhan alat berat dikerahkan percepat normalisasi sungai Sumbar pascabencana.
- Pendangkalan sungai tingkatkan risiko banjir susulan di kawasan permukiman.
- Batang Kuranji jadi prioritas karena padat penduduk dan rawan meluap.
SuaraSumbar.id - Upaya normalisasi sungai di Sumatera Barat (Sumbar) dikebut menyusul pendangkalan parah akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut sejak akhir 2025.
Sejumlah alat berat disiagakan untuk mempercepat penanganan sungai-sungai terdampak, terutama di kawasan rawan banjir dan permukiman padat penduduk.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengatakan bahwa Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V telah menyiapkan puluhan unit alat berat guna mendukung normalisasi sungai Sumbar di berbagai titik krusial.
Langkah ini dinilai mendesak untuk menekan potensi banjir susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat pendangkalan dan tumpukan material sisa bencana.
“BWS Sumatera V telah menyiapkan 50 unit alat berat untuk mendukung kegiatan normalisasi sungai di wilayah terdampak,” kata Mahyeldi, Rabu (7/1/2026).
Mahyeldi meminta BWS Sumatera V bergerak cepat. Menurutnya, percepatan normalisasi sungai Sumbar diperlukan karena banyak aliran sungai mengalami pendangkalan akibat material kayu, lumpur, dan bebatuan yang terbawa arus saat bencana pada November dan Desember 2025.
“Saya berharap BWS Sumatera V segera melakukan pembersihan material kayu serta pengerukan di sepanjang aliran sungai yang terdampak agar risiko banjir susulan dapat diminimalisir,” ujar Mahyeldi.
Berdasarkan hasil pantauan lapangan, gubernur menyebut masih banyak material kayu tersangkut di badan sungai. Kondisi tersebut mempersempit aliran air dan meningkatkan risiko meluapnya sungai ketika curah hujan tinggi.
Situasi ini membuat percepatan normalisasi sungai Sumbar menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Sejumlah aliran sungai yang masuk prioritas penanganan antara lain Sungai Batang Kuranji, Lubuk Minturun, serta Sungai Tabing Banda Gadang di Kecamatan Nanggalo.
Mahyeldi menilai Sungai Batang Kuranji membutuhkan penanganan segera karena berada di kawasan permukiman padat dan berpotensi menimbulkan dampak luas jika terjadi luapan.
“Di aliran Sungai Batang Kuranji masih terdapat material kayu dan pendangkalannya cukup mengkhawatirkan. Penanganannya perlu diprioritaskan karena berada di kawasan permukiman padat,” kata Mahyeldi menegaskan.
Selain fokus pada pengerukan dan pembersihan sungai, gubernur juga menyinggung pemanfaatan material kayu yang terbawa arus banjir bandang. Ia menyebut material tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat selama tidak melanggar ketentuan yang berlaku.
“Saya minta camat, lurah dan wali nagari berkoordinasi dengan masyarakat untuk pemanfaatan material kayu yang terbawa arus. Harapan kita, selain sungai kembali bersih manfaatnya juga bisa dirasakan warga terdampak,” ujarnya.
Langkah cepat ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus memperkuat upaya pencegahan normalisasi sungai Sumbar dari ancaman banjir di masa mendatang. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Kontraktor Tambang Andalan Perkuat Armada, Bidik Lonjakan Laba 31%
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
-
Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Jangan 'Lapar Mata' Saat Idul Adha, Penderita Hipertensi hingga Kolesterol Tinggi Harus Waspada
-
Salad Jadi Pilihan Camilan Sehat saat Cuaca Panas, Ini Manfaat dan Resep Segarnya
-
Selat Solo Bisa Jadi Inspirasi Menu Idul Adha Selain Gulai
-
Polisi Temukan Tangki Modifikasi dan Pelat Nomor Ganda dalam Sidak SPBU di Padang
-
Pemadaman Listrik Berakhir, PLN Klaim Listrik di Sumbar Menyala 100 Persen