Riki Chandra
Rabu, 25 Februari 2026 | 14:15 WIB
Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Semen Padang di Stadion PKOR Way Halim. Bandarlampung, Selasa (24/2/2026). [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  •  Pelatih Semen Padang FC soroti penalti dan kartu merah kontroversial.

  • VAR dinilai tidak berjalan maksimal sepanjang pertandingan.

  • Bhayangkara menang telak dan tembus lima besar.

SuaraSumbar.id - Kontroversi VAR menjadi sorotan usai laga Bhayangkara FC vs Semen Padang FC dalam lanjutan Super League Indonesia di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandarlampung, Selasa (24/2/2026) malam.

Pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, menilai jalannya pertandingan yang berakhir 0-4 tersebut berlangsung tidak biasa.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Dejan secara terbuka menyinggung keputusan wasit dalam laga Bhayangkara vs Semen Padang yang dinilainya merugikan timnya.

Ia bahkan menyebut duel tersebut berjalan “cukup lucu”, terutama terkait hadiah penalti dan kartu merah.

"Pertandingan berjalan “cukup lucu” dihadiahi penalti bagi tuan rumah, serta kartu merah yang tak perlu dari wasit untuk pemain kami," katanya.

Menurut Dejan, kontroversi VAR yang terjadi dalam pertandingan tersebut turut memengaruhi hasil akhir. Ia menilai teknologi Video Assistant Referee yang digunakan tidak berjalan maksimal.

"Ya kami kalah hari ini, tapi saya bisa lihat pertandingan cukup lucu, dua penalti langsung kartu merah, VAR tidak jalan. Saya tidak tahu apa yang terjadi,” kata dia.

Meski demikian, Dejan tetap memberikan apresiasi kepada tuan rumah atas kemenangan telak tersebut. Ia menyebut hasil ini menjadi pelajaran penting bagi timnya, khususnya saat bermain di kandang lawan dalam kompetisi Super League Indonesia.

“Sekali lagi selamat untuk Bhayangkara. Tapi ini jadi pelajaran bagi kami untuk ke depannya," kata dia.

Dalam laga Bhayangkara vs Semen Padang tersebut, tuan rumah tampil dominan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 4-0. Dua gol dicetak Moussa Sidebe, sementara masing-masing satu gol disumbangkan Ryo Matsumara dan Doumbia.

Kemenangan ini membawa Bhayangkara Presisi Lampung FC merangkak ke lima besar klasemen sementara Super League Indonesia dengan koleksi 35 poin dari 23 pertandingan. Rinciannya, 10 kemenangan, lima hasil imbang, dan delapan kekalahan.

Sebaliknya, kekalahan dalam laga Bhayangkara vs Semen Padang membuat Kabau Sirah belum beranjak dari posisi ke-17 klasemen.

Semen Padang baru mengoleksi 16 poin dari 23 pertandingan, dengan catatan empat kemenangan, empat imbang, dan 15 kekalahan. Hasil ini sekaligus memperpanjang tren negatif mereka di kompetisi musim ini. (Antara)

Load More