- Sinkhole Limapuluh Kota keluarkan air jernih membiru, fenomena menarik perhatian warga.
- Badan Geologi sebut sinkhole terjadi akibat proses erosi buluh.
- Pemerintah daerah minta kajian dan rekomendasi teknis penanganan sinkhole.
SuaraSumbar.id - Fenomena sinkhole yang muncul di kawasan persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), masih menjadi perhatian masyarakat.
Apalagi, sinkhole tersebut hingga Selasa (6/1/2026) terpantau terus mengeluarkan air jernih yang secara kasat mata tampak membiru. Fenomena ini menimbulkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran masyarakat sekitar.
Secara visual, air di dalam sinkhole terlihat biru saat dipandang dari atas dan difoto menggunakan kamera. Namun, ketika diambil langsung, air tersebut justru tampak sangat bening dan jernih. Kondisi ini disaksikan sejumlah warga dan pengunjung yang datang ke lokasi kejadian.
Bahkan, sepasang suami-istri yang berkunjung ke sinkhole Limapuluh Kota meminta bantuan anggota Linmas Situjuah Batua, Defi Guswanto, untuk mengambil air dari dalam lubang runtuh menggunakan bekas kotak air mineral. Setelah diambil, air yang tampak jernih tersebut diminum di hadapan pengunjung lain yang berada di lokasi.
Sebelumnya, Kepala Bidang Geologi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Inzuddin, juga meninjau langsung lokasi bersama Kepala Jorong Tepi, Salmi, serta aparat TNI-Polri yang berjaga setiap hari.
"Sudah kita lihat tadi, air dalam sinkhole bening dan bersih. Mungkin warna biru karena pengaruh cahaya dari atas," kata Kabid Geologi Dinas ESDM Sumbar, Inzuddin, kepada anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, ditemani Danpos TNI Situjuah Limo Nagari, Peltu Wahidi.
Menindaklanjuti fenomena tersebut, anggota DPRD Limapuluh Kota M. Fajar Rillah Vesky meminta BPBD Limapuluh Kota menyurati Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM.
"Sehingga dengan kajian dari ahli, pemda bisa beri solusi dan ambil langkah antisipatif. Supaya warga tak cemas dan tak muncul spekulasi liar," kata Fajar Vesky.
Permintaan itu direspons Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui Sekda Herman Azmar selaku Kepala Ex Officio BPBD. Pemda mengirim surat kepada Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM pada Senin (5/1/2026), untuk meminta kajian teknik serta rekomendasi geologi teknik penanganan sinkhole Limapuluh Kota di Situjuah Batua.
Surat tersebut telah diterima Plt Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria. Badan Geologi kemudian menyampaikan tanggapan resmi melalui laman dan media sosial pada Selasa (6/1/2026).
Dalam keterangannya, Badan Geologi menjelaskan bahwa fenomena sinkhole umumnya terjadi pada batugamping. Namun, kasus di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Situjuah Batua, bukan terjadi pada endapan batuan vulkanik, melainkan akibat proses erosi buluh.
Erosi buluh merupakan proses pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan yang membentuk saluran seperti pipa. Badan Geologi menguraikan lima faktor penyebabnya, yakni jenis batuan berlempung, intensitas curah hujan tinggi, terbentuknya rekahan sebagai jalur air bawah tanah, tata guna lahan pertanian intensif dengan sistem irigasi kurang baik, serta gradien hidraulik air tanah.
Berdasarkan analisis Badan Geologi, kejadian amblesan diawali terbentuknya rekahan pada lapisan lapukan batuan tuff dengan alas batu gamping malihan yang kedap air. Rekahan ini menjadi media masuknya air, memicu erosi buluh, membentuk rongga bawah tanah, hingga akhirnya tanah permukaan runtuh dan membentuk sinkhole Limapuluh Kota.
Sebagai tindak lanjut, Badan Geologi Kementerian ESDM memberikan tiga rekomendasi, yakni pemanfaatan lubang sinkhole sebagai tampungan air dengan pagar pengaman, peningkatan kewaspadaan di lahan pertanian sekitar, serta imbauan agar masyarakat tetap tenang jika terdengar suara gemuruh dari dalam tanah.
Berita Terkait
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
-
Dendam Bullying Jadi Pemicu? Polisi Dalami Alasan Pelajar MAN 3 Padang Rakit dan Ledakkan Bom
-
Kondisi di MAN 3 Padang Pascaledakan Bom Rakitan
-
Tradisi Hoyak Tabuik 2026 Kembali Meriahkan Pantai Gandoriah Pariaman
-
Kemegahan Budaya Ranah Minang Tersaji di Festival Minangkabau 2026
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Lewat Edukasi untuk Siswa SD
-
Bus Alisman Kecelakaan di Padang, 8 Orang Terluka
-
Dosen UFDK Diduga Jadi Korban Kekerasan Satpol PP
-
Kebakaran Hanguskan 15 Toko di Pasar Kayu Tanam Padang Pariaman
-
JPMorgan Ungkap Alasan BBRI Kembali Menarik di Tengah Tekanan Ekonomi