-
Kasus gigitan rabies Tanah Datar meningkat drastis sepanjang tahun 2025.
-
Hewan peliharaan menyumbang setengah dari total kasus gigitan.
-
Vaksinasi hewan dinilai penting untuk mencegah penularan rabies.
SuaraSumbar.id - Kasus gigitan rabies di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), cukup tinggi di tahun 2025. Tercatat sebanyak 933 kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) terjadi dalam satu tahun dan angka meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 712 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tanah Datar, Roza Mardiah, mengatakan kasus gigitan rabies Tanah Datar mengalami lonjakan yang patut menjadi perhatian serius.
Peningkatan tersebut bahkan disertai satu kasus kematian akibat gigitan hewan penular rabies.
"Kalau kita lihat dari kasus gigitan HPR di tanah datar meningkat dari tahun sebelumnya, yang mana tahun 2024 terjadi 712 kasus, kalau di tahun 2025 kemarin terdapat 933 kasus gigitan bahkan kita sudah ada satu kasus kematian," katanya, Rabu (7/1/2026).
Roza menjelaskan, dari ratusan kasus gigitan rabies Tanah Datar tersebut, hewan yang paling banyak terlibat adalah kucing, anjing, dan monyet. Sementara satu kasus kematian dilaporkan berasal dari gigitan musang.
Ia mengungkapkan bahwa proporsi kasus gigitan antara hewan liar dan hewan peliharaan tergolong seimbang. Sekitar 50 persen kasus berasal dari hewan liar, sementara 50 persen lainnya justru berasal dari hewan peliharaan milik masyarakat.
"Angka gigitan oleh hewan peliharaan sendiri sangat banyak, hampir setiap hari kami di grup khusus yang menangani kasus itu ada yang laporan terkait gigitan hewan ini," jelasnya.
Tingginya angka gigitan tersebut, lanjut Roza, dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat yang gemar berburu serta masih rendahnya kesadaran untuk melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan.
Selain itu, banyaknya hewan liar yang tidak diketahui pemiliknya turut memperbesar risiko penularan rabies di lingkungan masyarakat.
Untuk menekan kasus gigitan rabies Tanah Datar, dinas terkait telah melakukan upaya pengendalian melalui penjaringan hewan secara manual menggunakan tangguk berukuran besar. Namun, langkah tersebut belum berjalan optimal.
Menurut Roza, keterbatasan sumber daya menjadi kendala utama dalam penanganan. “Kami hanya memiliki tujuh dokter hewan. Penjaringan secara manual tidak bisa dilakukan massal dan membutuhkan waktu serta personel yang banyak,” ujarnya.
Selain keterbatasan personel, faktor sarana, anggaran, serta tingginya risiko di lapangan turut memengaruhi efektivitas pengendalian hewan penular rabies di daerah tersebut.
Dinas Kesehatan Tanah Datar mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif melakukan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan serta segera melapor ke fasilitas kesehatan apabila terjadi gigitan hewan.
"Kami harapkan kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaannya, dan jika hewan itu menggigit untuk segera datang ke unit kesehatan terdekat, karena gigitan hewan itu sangat berbahaya," kata dia.
Langkah tersebut dinilai penting guna menekan kasus gigitan rabies Tanah Datar dan mencegah risiko penularan yang dapat berakibat fatal. (Antara)
Berita Terkait
-
PKB soal Bencana Sumatra: Saling Tuding Cuma Bikin Lemah, Kita Kembali ke Khitah Gotong Royong
-
Pensiunan Guru di Sumbar Tewas Bersimbah Darah Usai Salat Subuh
-
Dampingi Presiden, Bahlil Ungkap BBM hingga Listrik di Sumbar Tertangani Pasca-Bencana
-
Mendagri Tito Dampingi Presiden Tinjau Sejumlah Titik Wilayah Terdampak Bencana di Sumbar
-
Prabowo Kembali Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Sumatera Barat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Kak Seto Usul Penampungan Anak Yatim Piatu Korban Banjir Bandang di Sumbar, Termasuk Aceh dan Sumut
-
24 Konflik Satwa dengan Manusia di Agam Sepanjang 2025, Kasus Harimau Sumatera hingga Beruang
-
BBM Alat Berat Langka Pasca Tanggap Darurat, Pembersihan Material Bencana di Agam Terkendala!
-
Kak Seto Sambangi Anak Penyintas Banjir di Sumbar: Mereka Perlu Perlakuan Khusus!
-
Akses Talamau Pasaman Barat Terancam Putus, Jembatan Panjang-Talu Perlu Jalan Alternatif!