Karena mengetahui keberadaan ayah tirinya, korban pun membawa penagih utang ke tempat pelaku berada. Hal ini memicu kemarahan Rizal Efendi.
“Di situ terjadi cekcok mulut. Dari keterangan saksi, pelaku tidak terima diberitahu berada di rumah yang dia ditempatinya. Cekcok mulut, kemudian pelaku marah dan memukul korban sampai mengakibatkan awalnya korban pingsan,” ungkapnya.
Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke Puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
“Pelaku melarikan diri dan sudah dilakukan pengejaran. Mudah-mudahan segera pelaku dapat ditangkap. Kalau bisa, pelaku segera menyerahkan diri,” ujar Purwanto.
Ia menambahkan, selama ini korban tinggal bersama ayah kandungnya di Kabupaten Solok dan baru saja datang ke Dharmasraya. Korban diketahui tengah menempuh pendidikan di jenjang SMA.
“Korban selama ini tinggal bersama ayah kandungnya. Baru-baru ini ke Dharmasraya,” pungkasnya.
Histeris Minta Tolong
Detik-detik penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap anak tirinya sempat direkam warga. Namun, kondisi visual tidak terlihat jelas karena lokasi kejadian yang gelap.
Meski begitu, dalam rekaman terdengar suara diduga milik Angel yang saat itu sedang berhadapan langsung dengan pelaku.
"Kenapa saya pula yang membayar utang," terdengar suara korban dalam rekaman yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Sesaat setelah ucapan itu, terdengar suara keributan yang mengindikasikan penganiayaan. Orang-orang di sekitar, termasuk si penagih utang, terdengar berteriak minta tolong.
Deretan Bahaya Pinjam Uang ke Rentenir
Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya meminjam uang kepada rentenir atau pemberi pinjaman ilegal. Meski proses pencairannya cepat dan mudah, rentenir kerap menjerat korban dengan bunga tinggi yang mencekik.
Selain itu, mereka juga sering menagih dengan cara-cara kasar, bahkan tak segan melakukan tindakan kriminal ketika utang tidak segera dibayar.
Kontributor: Saptra S
Tag
Berita Terkait
-
Studi Ungkap Dampak Krisis Air terhadap Kesehatan dan Masa Depan Anak Perempuan
-
Anak Perempuan yang Tak Boleh Tersesat
-
Tak Cukup Bicara soal Haid, Remaja Perempuan Perlu Edukasi Kesehatan Reproduksi
-
Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan
-
Mengapa Sebagian Ibu Membenci Putrinya? Mengurai Luka Batin yang Diwariskan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar