- Ribuan warga Agam masih mengungsi akibat banjir bandang dan longsor.
- Korban jiwa bencana Agam mencapai ratusan, puluhan belum ditemukan.
- Kerugian bencana Agam ditaksir triliunan rupiah akibat kerusakan luas.
SuaraSumbar.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat sebanyak 3.221 warga Agam masih tinggal di pegungsian. Mereka merupakan korban bencana hidrometeorologi sejak akhir November 2025.
Ribuan warga tersebut belum dapat kembali ke rumah karena hunian mereka rusak parah dan berada di zona merah rawan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono mengatakan, ribuan pengungsi tersebut merupakan warga yang terdampak langsung oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor.
"Ke 3.221 orang ini mengungsi akibat rumah rusak dan berada di zona merah dampak banjir bandang dan tanah longsor melanda daerah itu," kata Rahmat Lasmono, Jumat (9/1/2026).
Menurut data BPBD Agam, sebaran warga yang masih mengungsi tersebar di enam kecamatan. Kecamatan Palembayan tercatat sebanyak 737 orang, Palupuh 138 orang, dan Matur 192 orang.
Selain itu, Kecamatan Tanjung Raya menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 1.802 orang, disusul Kecamatan Malalak sebanyak 280 orang dan Ampek Koto sebanyak 12 orang.
Lebih lanjut, Rahmat menjelaskan bahwa para pengungsi menempati berbagai lokasi sementara.
"Mereka mengungsi di tempat ibadah, fasilitas pemerintah, fasilitas pendidikan dan rumah keluarga," katanya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya penanganan darurat masih terus berjalan seiring proses pemulihan pascabencana.
Ia menambahkan, jumlah pengungsi sebelumnya sempat mencapai puluhan ribu orang setelah wilayah Kabupaten Agam diterjang banjir bandang, tanah longsor, dan banjir.
Namun seiring dengan surutnya genangan air serta cuaca yang kembali panas, sebagian besar warga sudah kembali ke rumah masing-masing.
"Mereka yang masih mengungsi merupakan orang terdampak langsung," katanya.
Dampak bencana di Kabupaten Agam tidak hanya menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal sementara, tetapi juga menimbulkan korban jiwa.
BPBD Agam mencatat sebanyak 165 orang meninggal dunia yang tersebar di enam kecamatan, sementara 37 orang hingga kini masih dinyatakan belum ditemukan.
Selain korban jiwa, bencana tersebut juga memicu kerusakan dan kerugian material dalam skala besar. Total nilai kerusakan dan kerugian diperkirakan mencapai Rp6,94 triliun.
Berita Terkait
-
Wamen Ekraf Dorong Pemulihan Ekonomi Kreatif Pascabencana di Sumbar
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi dan Riau! Warga Diimbau Pakai Masker Demi Kesehatan
-
Hening Cipta di Istana, Prabowo Ajak Rakyat Doakan Korban Bencana NTT dan Wilayah Lain
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM
-
Raih Penghargaan, BRI Dorong Transformasi Digital Lewat BRImo Taiwan
-
DPLK BRI Tegaskan Komitmen ESG Lewat Raihan Kehati ESG Award 2026
-
Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Rekening Perbankan Masyarakat