-
KemenHAM Sumbar verifikasi langsung kondisi korban penganiayaan nenek Saudah.
-
Negara pastikan hak kesehatan dan perlindungan hukum korban terpenuhi.
- Polisi dalami kemungkinan pelaku lain dalam kasus penganiayaan tersebut.
SuaraSumbar.id - Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Sumatera Barat (Sumbar) turut menyorot kasus penganiayaan nenek Saudah di Kabupaten Pasaman.
Kepala Kanwil KemenHAM Sumbar, Dewi Nofyenti mengatakan, pihaknya telah mendatangi RSUD Imam Bonjol Lubuk Sikaping, tempat nenek Saudah menjalani perawatan medis.
Tim KemenHAM ingin memastikan kondisi korban serta layanan kesehatan yang diterima berjalan sesuai ketentuan.
“Kemarin kami bersama tim kementerian HAM melakukan kunjungan ke RSUD Imam Bonjol Lubuk Sikaping, untuk meninjau langsung kondisi korban yang masih menjalani perawatan medis,” kata Dewi Nofyenti, Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban masih mengalami sejumlah keluhan akibat penganiayaan tersebut.
“Korban masih menjalani perawatan medis dengan keluhan pusing, nyeri di bagian dada kiri, serta pembengkakan di kepala berdasarkan hasil pemeriksaan medis,” jelasnya.
Ia juga memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung negara. “Pihak rumah sakit memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung oleh pemerintah, dan pelayanan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Dewi menegaskan kehadiran KemenHAM merupakan wujud tanggung jawab negara. “Kementerian Hak Asasi Manusia hadir untuk memastikan bahwa korban telah mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, serta memperoleh perlindungan hukum sebagai korban penganiayaan. Hak-hak korban harus dipenuhi dan negara tidak boleh abai,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, keluarga korban memaparkan kronologi penganiayaan nenek Saudah, di mana korban diduga dianiaya lalu ditinggalkan di pinggir sungai hingga tidak sadarkan diri. Setelah ditemukan, keluarga segera membawa korban ke rumah sakit dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Keluarga juga menyampaikan belum adanya pendampingan hukum dari lembaga bantuan hukum. Mereka meminta jaminan keamanan serta perlindungan hukum, sekaligus menyebut pelaku yang diamankan bukan pelaku utama. Menurut keterangan korban, terdapat empat pelaku, namun hanya dua yang dikenal.
Selain ke rumah sakit, tim KemenHAM Sumbar melanjutkan kunjungan ke Polres Pasaman untuk memantau perkembangan penanganan perkara.
Dalam kesempatan itu, Dewi berharap penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
“Kasus ini telah menjadi perhatian publik secara luas. Kami meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas perkara ini,” katanya.
Kaurbinopsnal Satreskrim Polres Pasaman, Armen, menyatakan proses penyidikan masih berjalan.
“Kami akan melakukan pemanggilan kepada enam orang. Sebelumnya sudah sembilan saksi dipanggil dan didapatkan satu orang tersangka,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
Terobsesi Belikan Pacar Motor, Pemuda di Siak Tega Gorok Leher Nenek Sendiri
-
Pamitan ke Kakek Nenek, Polosnya Si Cucu Bilang 'Jangan Meninggal Dulu Ya'
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Viral Pasien Lansia Sesak Napas Tak Segera Ditangani, Petugas Klinik Asyik Main Gim
-
Pocong Berkain Putih Bersih di Rumpun Bambu Belakang Rumah Paklek Randi
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Buka HP dan Baca Pesan WA Ku, Wasiat Mahasiswa PNP di Buku Sebelum Ditemukan Tewas di Kos
-
Pengurus IKM Kini Bertabur Bintang, Andre Rosiade: Ada Potensi Investasi Rp 20 T ke Sumbar
-
Mahasiswa di Padang Ditemukan Tewas di Kamar Kos Dikenal Introvert di Kampus
-
Mahasiswa di Padang Ditemukan Tewas di Kos, Tubuh Sudah Hitam-Bengkak
-
KAI Divre II Sumbar Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Paulima-Indarung