Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Sabtu, 16 November 2024 | 14:33 WIB
Hendri Septa. [Dok.Antara]

Paslon nomor urut dua, M. Iqbal, merespon dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam menyelesaikan masalah Kota Padang.

Iqbal menyatakan bahwa kepemimpinan yang bersinergi dibutuhkan untuk menghadapi tantangan, dan mengajak untuk melibatkan anak muda dalam setiap kebijakan pembangunan.

“Kepemimpinan Kota Padang harus melibatkan anak muda, karena mereka banyak yang kehilangan pekerjaan. Kita harus menyediakan kesempatan kerja, tes minat gratis, dan seragam sekolah gratis,” ujar Iqbal.

Dia mengungkapkan bahwa paslon mereka memiliki pengalaman dalam pemerintahan, mulai dari tingkat lurah hingga sekda.

Baca Juga: Saling Serang Data Kemiskinan dan Pengangguran, Debat Pilkada Padang Panas

Hendri Septa Klaim Program Sudah Dilaksanakan

Di sisi lain, Hendri Septa, calon Wali Kota Padang nomor urut tiga, menegaskan bahwa banyak program yang disampaikan oleh kedua paslon sebelumnya sudah dilaksanakan pada masa kepemimpinannya.

Hendri, yang kini menjabat sebagai petahana, menekankan bahwa selama masa pandemi COVID-19, pemerintahannya telah berhasil menggerakkan ekonomi masyarakat Padang dengan berbagai kebijakan.

“Yang disampaikan paslon satu dan dua sudah kami lakukan dua setengah tahun lalu. Kami bisa menggerakkan ekonomi masyarakat saat pandemi COVID-19,” klaim Hendri yang juga mengusung program Padang Hebat untuk menjadikan Kota Padang sejajar dengan kota metropolitan lainnya.

Ketua KPU Kota Padang, Dorri Putra, menjelaskan bahwa debat ini merupakan debat kedua yang diselenggarakan oleh KPU Padang dan menjadi tahapan penting menjelang Pemilu pada 27 November 2024.

Baca Juga: Debat Pamungkas Pilkada Sijunjung: Benny-Radi vs Hendri-Mukhlis, Adu Visi SDA dan Infrastruktur

Debat ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mendengar visi dan misi para calon, serta memilih calon yang dianggap mampu membawa perubahan bagi Kota Padang.

Load More