SuaraSumbar.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sijunjung akan menggelar debat kedua untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung pada Jumat malam (15/11/2024) di Balairung Lansek Manih, Kantor Bupati Sijunjung. Debat ini menjadi ajang terakhir untuk Pilkada Sijunjung 2024.
Kepala Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Sijunjung, Juni Wandri, menjelaskan bahwa debat kedua ini mengusung tema “Transformasi Sumber Daya Alam Berkelanjutan dan Berkeadilan melalui Pembangunan Wilayah dengan Sarana Prasarana Berkualitas dan Ramah Lingkungan.”
Debat ini bertujuan untuk mengeksplorasi visi dan misi pasangan calon (paslon) terkait pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, pembangunan infrastruktur yang berkualitas, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Debat kedua ini menjadi penutup rangkaian debat Pilkada Sijunjung, setelah debat perdana yang digelar pada Jumat (1/11/2024) lalu di lokasi yang sama.
Pada debat perdana, tema yang diusung adalah “Transformasi Sumber Daya Manusia yang Berketahanan Sosial, Budaya, dan Lingkungan dengan Tata Kelola Pemerintahan yang Profesional.”
Debat pertama menghadirkan lima panelis dari berbagai latar belakang akademis, yaitu:
- Aidil Aulya (Dosen Hukum UIN Imam Bonjol)
- Hardi Putra Wisman (Dosen UIN Bukittinggi)
- Syahro Ali Akbar (Rektor Universitas Mahaputra Muhammad Yamin)
- Asrinaldi (Dosen)
- Wirdanengsih (Dosen UNP)
Debat ini akan mempertemukan dua pasangan calon:
- Pasangan Benny-Radi (Nomor Urut 1), yang mempunyai visi erkolaborasi mewujudkan Sijunjung inovatif, daya saing, dan mandiri (IDAMAN). Partai Pengusung mereka ialah Golkar, PPP, Gerindra, PKB, PDIP, PAN, PBB, Demokrat, Gelora, dan Perindo.
- Pasangan Hendri-Mukhlis (Nomor Urut 2). Visi: Mewujudkan Sijunjung Madani yang Maju, Sejahtera, dan Berdaya. Partai Pengusung: PKS dan Nasdem.
Juni Wandri berharap debat ini dimanfaatkan oleh para kandidat untuk menyampaikan visi, misi, dan program mereka kepada masyarakat. Ia juga mendorong warga untuk mengikuti jalannya debat sebagai panduan dalam menentukan pilihan.
“Ajang debat ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami program kerja paslon dan memilih pemimpin yang sesuai dengan harapan mereka,” kata Juni Wandri.
Baca Juga: Debat Pilgub Sumbar: Mahyeldi Unggulkan Perbaikan Infrastruktur Jalan Provinsi
Dengan visi dan misi yang berbeda dari masing-masing paslon, debat ini akan menjadi momen penting untuk menunjukkan kesiapan dan komitmen para kandidat dalam membangun Kabupaten Sijunjung. Masyarakat diharapkan menggunakan hak pilihnya dengan bijak pada Pilkada yang akan datang.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Debat Pilgub Sumbar: Mahyeldi Unggulkan Perbaikan Infrastruktur Jalan Provinsi
-
Debat Pilgub Sumbar: Akademisi Soroti Minimnya Penjelasan Konkret Program E-Government
-
Brimob Polda Sumbar Terjunkan Pasukan Jaga Kamtibmas Pilkada 2024
-
Pakar: Debat Pilgub Sumbar Didominasi Emosi, Logika Cuma 30 Persen
-
Debat Pamungkas Pilkada Padang: Adu Visi Misi Calon Walikota Malam Ini
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Dosen UFDK Diduga Jadi Korban Kekerasan Satpol PP
-
Kebakaran Hanguskan 15 Toko di Pasar Kayu Tanam Padang Pariaman
-
JPMorgan Ungkap Alasan BBRI Kembali Menarik di Tengah Tekanan Ekonomi
-
BKSDA-Polres Agam Tangkap Pria Hendak Jual Ratusan Ekor Burung ke Lampung
-
Anak di Bawah 16 Tahun Dinilai Belum Siap Punya Media Sosial