SuaraSumbar.id - Hewan-hewan yang biasanya menghuni kawasan Gunung Marapi mulai turun ke permukiman warga di sekitar gunung.
Peristiwa ini disinyalir akibat meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang memaksa satwa-satwa tersebut mencari tempat yang lebih aman.
Ahli Geologi, Ade Edward, mengungkapkan bahwa perilaku hewan yang turun dari gunung merupakan indikasi bahwa kawasan Marapi sudah tidak lagi aman.
Menurutnya, aktivitas vulkanik Marapi yang kini mengeluarkan abu, bebatuan, dan suhu yang tinggi, telah mengganggu habitat alami hewan-hewan tersebut, sehingga mereka terpaksa meninggalkan kawasan tersebut.
“Aktivitas Marapi menyebabkan ketidaknyamanan bagi satwa, ditandai dengan suara gemuruh, suhu yang meningkat, serta semburan abu dan bebatuan,” jelas Ade yang dikutip pada Senin (11/11/2024).
Ade juga memperingatkan adanya potensi bahaya banjir lahar dingin yang kemungkinan lebih besar dari sebelumnya.
Material abu vulkanik yang saat ini sudah mencapai bagian tengah gunung, dapat menyumbat aliran sungai yang berhulu di Marapi, memperburuk kondisi jika terjadi banjir lahar.
“Jika terjadi banjir lahar, kemungkinan akan lebih besar dan berbahaya. Kondisi ini disebabkan oleh aliran sungai yang berhulu di Marapi, yang belum seluruhnya dibersihkan hingga bagian atas,” ungkapnya.
Pemerintah telah meningkatkan status Gunung Marapi dari Waspada (Level II) ke Siaga (Level III) sejak Rabu (6/11) lalu, setelah adanya peningkatan aktivitas yang signifikan.
Baca Juga: Awas! Hujan Lebat Ancam Picu Lahar Dingin Gunung Marapi, BMKG Intensifkan Pemantauan
Warga diminta untuk menjauhi radius 4,5 kilometer dari Kawah Verbeek sebagai tindakan pencegahan.
Peningkatan aktivitas ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga yang tinggal di sekitar lereng Gunung Marapi.
Mereka diimbau untuk selalu memantau perkembangan situasi dan mengikuti arahan dari pihak berwenang, mengingat aktivitas vulkanik yang tidak stabil dapat membawa dampak berbahaya.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Awas! Hujan Lebat Ancam Picu Lahar Dingin Gunung Marapi, BMKG Intensifkan Pemantauan
-
4 Minggu Siaga Darurat! Mitigasi Bencana Gunung Marapi Digencarkan
-
Erupsi Gunung Marapi Ancam 9 Kecamatan! Cek Wilayahmu Masuk KRB atau Tidak
-
Zero Korban! Target Pemprov Sumbar dan BNPB Hadapi Ancaman Erupsi Gunung Marapi
-
Cara Pemprov Sumbar Antisipasi Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
BRI Bantu PMI Cirebon Bangun Usaha, Dari Purna Migran Jadi Pengusaha
-
5 Langkah Cegah Lonjakan Gula Darah di Pagi Hari, Penderita Diabetes Simak
-
Waspada! Dehidrasi hingga Hipertensi Bisa Picu Gagal Ginjal
-
Penyaluran Bantuan Jaminan Hidup Mencapai Rp11,06 Miliar
-
5 Minuman yang Bisa Kendalikan Tekanan Darah