SuaraSumbar.id - Kenaikan harga beras yang tak kunjung turun membuat masyarakat di Kecamatan Sangir, Solok Selatan, sangat bergantung pada bantuan pangan dari pemerintah.
Hal ini dirasakan oleh banyak keluarga, termasuk Afdi Roza, warga Durian Tanjak, Nagari Lubuak Gadang Timur, yang menerima Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (BP-CBP).
Afdi mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat membantu keluarganya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
"Beras adalah kebutuhan utama, dan harganya sudah naik selama beberapa bulan terakhir," ujarnya saat menerima bantuan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Solok Selatan, Selasa (15/10/2024).
Keluarga Afdi tidak memiliki sawah, sehingga mereka harus membeli semua kebutuhan beras. Bantuan beras ini, yang dikonsumsi bersama empat anggota keluarganya, sangat berarti bagi mereka.
“Beras yang kami terima ini berkualitas bagus dan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama dua minggu,” jelasnya.
Pemberian bantuan ini sesuai dengan target pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Solok Selatan, Adib Alfikri, menegaskan bahwa bantuan beras ini merupakan bantuan langsung dari pemerintah pusat.
"Penyalurannya dilakukan dengan validasi data yang ketat dari kecamatan hingga ke jorong, sehingga penerimanya benar-benar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan," kata Adib.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Pemkab Solok Selatan Beri Beras dan Sertifikat Tanah untuk Warga
Ia berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat, terutama para petani yang terdampak oleh perubahan cuaca.
Kondisi ekonomi yang sulit, ditambah dengan tantangan di sektor pertanian, membuat peran bantuan pemerintah menjadi semakin krusial dalam menjaga ketahanan pangan warga.
Dengan harga beras yang masih tinggi, masyarakat berharap program bantuan pangan ini terus berlanjut dan mampu menjadi solusi jangka panjang untuk mendukung kehidupan sehari-hari mereka.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Cuaca Ekstrem, Pemkab Solok Selatan Beri Beras dan Sertifikat Tanah untuk Warga
-
Bawaslu Turun Tangan! Ratusan APK Pilkada Bukittinggi Dicopot
-
Siaga Bencana! Pemkab Solok Selatan Imbau Warga Waspada Curah Hujan Tinggi
-
Tragedi Longsor Tewaskan 13 Penambang di Kabupaten Solok, DPRD Sumbar Desak Evaluasi Tambang Emas Ilegal!
-
Polres Solok Selatan Tangkap 38 Tersangka Terkait Penambangan Emas Ilegal
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Semburkan Abu 500 Meter: PVMBG Peringatkan Ancaman Lahar Dingin Mengintai
-
Tubuh Mungil Penuh Luka: Balita 3 Tahun Dirawat Intensif Usai Dianiaya Ayah Sambung
-
Longsor Maut Tambang Emas Ilegal di Sijunjung: Polisi Buru Pemodal dan Operator
-
Kronologi Longsor Maut Tambang Emas Ilegal Sijunjung: Tebing 30 Meter Tiba-tiba Runtuh
-
9 Orang Tewas Akibat Longsor Tambang Emas Ilegal di Sijunjung