SuaraSumbar.id - Kecemasan dan depresi adalah bagian dari tantangan kehidupan yang dihadapi banyak orang, tanpa memandang latar belakang atau keyakinan.
Dalam Islam, kedua kondisi ini dianggap sebagai ujian dari Allah, yang mengajarkan pentingnya sabar dan ketabahan dalam menghadapi cobaan.
Sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur'an, Surat Al-Baqarah ayat 155: "Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."
Ayat ini mengingatkan bahwa setiap cobaan adalah kesempatan untuk bertumbuh dan mendekatkan diri kepada Allah, serta janji bahwa kesabaran akan dihargai.
Dalam menghadapi kecemasan dan depresi, umat Muslim dianjurkan untuk mengamalkan doa sebagai sarana mencari kekuatan dan kenyamanan.
Salah satu doa yang bisa diamalkan adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِي قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي
Allahumma inni abduka wa ibnu abdika wa ibnu amatika, aasiyati biyadika, maadhin fiyya hukmuka adlun fii qadhaa'uka, as'aluka bi killismin huwa laka , sammaita bihi nafsaka aualamatahu ahadan min khalqika auanzaltahu fi kitaabika au ista'tharta bihi fi ilmi alghaibi indaka, antajala al-Qur'ana rabi'a qalbi wa nuura shadrii wa jilaa'a huznii wa dzahaba hammi.
"Ya Allah, aku ini hamba-Mu, anak dari hamba-Mu yang laki-laki, anak dari hamba-Mu yang perempuan. Jambulku ada di tangan-Mu, takdir-Mu berlaku atas diriku, dan keputusan-Mu terhadap aku adil. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama-Mu, agar Engkau menamai diri-Mu, diajarkan kepada salah satu ciptaan-Mu, diturunkan dalam Kitab-Mu, atau disimpan secara eksklusif pada ilmu gaib bersama-Mu, agar menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber hatiku, yang ringannya dadaku, terhapusnya kesedihanku, dan apa yang menghilangkan kekhawatiranku."
Baca Juga: Panduan Islam Mengenai Utang dan Doa untuk Melunasi Hutang
Doa ini menekankan pengakuan terhadap Allah sebagai penguasa atas semua aspek kehidupan dan memohon agar Qur'an menjadi sumber pencerahan dan kenyamanan dalam menghadapi kesulitan hidup.
Melalui keimanan dan doa, umat Muslim diajarkan untuk mencari dukungan ilahi dalam mengatasi rasa takut dan kesedihan, memperkuat ketahanan spiritual mereka di tengah tantangan.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM
-
Raih Penghargaan, BRI Dorong Transformasi Digital Lewat BRImo Taiwan
-
DPLK BRI Tegaskan Komitmen ESG Lewat Raihan Kehati ESG Award 2026
-
Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Rekening Perbankan Masyarakat
-
BRI Multiguna Pre-Approved, Pembiayaan Praktis Bagi Nasabah Terpilih