SuaraSumbar.id - Nama Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, dicatut orang tak bertanggung jawab untuk melakukan dugaan penipuan dengan modus pemberian dana hibah.
"Informasi yang saya terima, ada modus penipuan terkait penyaluran dana hibah yang mencatut nama gubernur melalui nomor 0895397336050. Ini adalah penipuan," katanya, dikutip dari Antara, Selasa (30/1/2024).
Pelaku mengakui dirinya adalah Gubernur Sumbar. Kemudian, ia menyampaikan kepada targetnya soal penyaluran dana hibah hingga langsung meminta nomor rekening korban.
Setelahnya, untuk meyakinkan korbannya, pelaku mengirim bukti transfer palsu senilai Rp 10 juta. Kemudian, pelaku meminta ditransfer ulang ke rekening tertentu senilai Rp 5 juta dengan dalih membantu pihak lainnya.
"Saya secara pribadi maupun sebagai Gubernur Sumbar tidak pernah menghubungi langsung pihak-pihak untuk menyampaikan dana hibah," ujarnya.
Sementara itu Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sumbar, Mursalim mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Diskominfo dan pihak Kepolisian untuk mengejar pelaku.
"Kita berharap pelaku bisa segera ditangkap karena sudah meresahkan," katanya.
Ia menyebut sebelumnya pada awal 2023, juga ada pelaku yang mencatut nama Gubernur Sumbar untuk melakukan aksi penipuan. Modusnya relatif mirip.
Ia mengimbau masyarakat mengabaikan pesan-pesan WA atau pesan melalui media sosial yang mengatasnamakan dirinya sebagai Gubernur Sumbar yang menyampaikan ada bantuan dana hibah.
"Jangan mudah percaya. Jika ada bantuan hibah atau bantuan lain, biasanya akan diurus oleh OPD terkait. Tidak pernah langsung oleh gubernur," katanya.
Berita Terkait
-
Pemprov Sumbar Berpotensi Pakai Sukuk Daerah Lanjutkan Pembangunan, Ini Alasannya
-
Polisi Ringkus Karyawan Bank di Sumbar: Gelapkan Uang Nasabah Rp 9 Miliar, Modus Invetasi Bunga Besar
-
Desa Mlowokarangtalun Kembangkan Potensi Desa, dari Inovasi hingga Manfaatkan BRImo, QRIS, dan Agen BRILink
-
Maksimalkan Penggunaan BRImo, Desa Sukomulyo Jadi Desa BRILiaN Pengembang Wirausaha Terbaik 2023
-
Sukses lewat BRImo dan AgenBRLink, Desa Ibru Raih Predikat Desa BRILiaN Inovatif dan Digitalisasi 2023
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Semburkan Abu 500 Meter: PVMBG Peringatkan Ancaman Lahar Dingin Mengintai
-
Tubuh Mungil Penuh Luka: Balita 3 Tahun Dirawat Intensif Usai Dianiaya Ayah Sambung
-
Longsor Maut Tambang Emas Ilegal di Sijunjung: Polisi Buru Pemodal dan Operator
-
Kronologi Longsor Maut Tambang Emas Ilegal Sijunjung: Tebing 30 Meter Tiba-tiba Runtuh
-
9 Orang Tewas Akibat Longsor Tambang Emas Ilegal di Sijunjung