SuaraSumbar.id - Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut program bagi-bagi susu gratis ala Prabowo-Gibran bukan solusi mengatasi stunting. Hal ini disampaikan cawapres nomor urut 1 ini dalam acara Slepet Imin yang digelar di Garut. Video ini kemudian diunggah ulang oleh akun TikTok Voice of Muhaimin.
"Stunting itu ketika sejak dalam kandungan sudah tidak mendapatkan kandungan yang bergizi bahkan tidak ada persiapan seorang ibu untuk hamil dengan persiapan yang matang," katanya dilihat Kamis (4/1/2024).
Cak Imin melanjutkan kalau mau tidak terkena stunting pemenuhan gizi sudah harus diperhatikan sejak pernikahan.
"Kalau mau Garut ini menjaga dan menguatkan masyarakat supaya tidak stunting ya semua perencanaan ya diawali dari perkawinan," ungkap Amin.
Oleh sebab itu, program bagi-bagi susu gratis bukan solusi mengatasi stunting.
"Satu tahun usia anak ditarik mundur sejak 0 bulan di perut itulah usia-usia kritis yang harus dijaga supaya tidak stunting, kalau sudah SD dikasih gizi itu namanya terlambat. Maka AMIN tidak mau termasuk orang-orang yang terlambat," ujarnya.
Cak Imin menekankan bahwa stok susu di dalam negeri juga harus diperhatikan. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya melibatkan masyarakat dalam program tersebut.
"Jadi harus dipersiapkan, jangan makan gratisnya, siapkan rakyat, peternak, supaya sehat supaya menumbuhkan pendapatan, peternakan tumbuh, makan sehat baik," jelasnya.
Sebab, jika saat ini Prabowo-Gibran baik timnya hanya gembor-gembor soal program makan siang dan susu gratis, pada akhirnya akan ketergantungan dengan impor.
Untuk diketahui, program Prabowo-Gibran makan siang dan susu gratis diprediksi akan memakan anggaran Rp 400 triliun.
Sekjen TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid menyatakan, untuk sumber dana tersebut melalui pengalihan pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menjadi rencana keuangan negara.
"Ya dari refocusing dan realokasi uang fungsi pendidikan, perlindungan sosial dan dana kesehatan. Tergantung pada segmentasi orang bersangkutan," kata Nusron.
Anggaran sebesar itu nantinya akan meng-cover 82,9 juta ibu dan anak yang bakal menerima manfaat makan siang dan susu gratis di Indonesia.
Berita Terkait
-
Prabowo Diisukan Teken Perjanjian Militer, Pesawat AS Bebas Melintas di Indonesia
-
Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin di Moskow, Seskab Teddy Ungkap Agendanya
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Kisah Haru Prabowo di Munas IPSI, 34 Tahun Mengabdi Kembangkan Pencak Silat
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Berhenti dan Foto-foto di Tikungan Sitinjau Lauik
-
Kasus HIV di Pekanbaru Melonjak Tajam, Dinkes Riau Ungkap Fakta dan Pemicu Utamanya
-
Kecelakaan Truk Batu Bara di Jalur Sitinjau Lauik, Sopir Terluka Usai Banting Setir ke Selokan
-
Erupsi Gunung Marapi Minggu Pagi Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, Status Masih Waspada
-
Buka HP dan Baca Pesan WA Ku, Wasiat Mahasiswa PNP di Buku Sebelum Ditemukan Tewas di Kos