SuaraSumbar.id - Politikus Partai Gerindra Sumatera Barat (Sumbar), Nofi Candra membantah proyek lumbung pangan atau food estate adalah sebuah suatu program gagal. Menurutnya, food estate perlu dilanjutkan karena tidak bisa melihat hasil dari sebuah program besar dalam waktu yang sebentar.
“Menurut saya tidak bisa kita sampaikan hari ini sebuah program gagal (food estate). Tapi program yang perlu kita perbaiki,” kata Nofi Candra dalam program Alek Demokrasi di siaran Padang TV pada Rabu (20/12/2023) malam.
Dalam program bertema “Benarkah mega proyek pertanian ini gagal? itu, Nofi menyebutkan bahwa program food estate perlu diperbaiki dan perencanaan matang. Paling penting ialah kesabaran untun melihat perkembangan hasil dalam program tersebut.
“Tidak bisa kita menuntut baru memulai langsung memberikan hasil yang maksimal. Butuh waktu, 1 tahun, 2 tahun atau 3 kali tanam atau 4 kali tanam sampai 7 kali tanam mungkin sama dengan lahan-lahan lain atau daerah subur lainya,” tegas Caleg DPR RI dari Partai Gerindra Dapil I Sumbar itu.
Eks Anggota DPD RI itu tak menampik saat ini polemik program food estate terus bergulir. Banyak pihak yang menyebutkan program gagal hingga merusak lingkungan.
“(Padahal) yang pastinya program food estate mempergunakan lahan-lahan sub optimal atau lahan-lahan yang kelas 2,3 bahkan kelas 4. Kami yakin gagal program food estate di awal-awal itu wajar. Kalau berhasil ini yang menjadi masalah atau jadi pertanyaan,” katanya.
Sebagai anak petani, Nofi menyebut bahwa bicara tentang pertanian dan pangan tidak akan habisnya di negeri ini. Apalagi tentang cara bagaimana untuk memuliakan atau memajukan pangan tersebut dengan program berkelanjutan.
“Banyak hal sebenarnya yang telah terjadi tentang pangan, tentang pertanian, tentang baik ekonomi atau pelaku-pelaku dari petani itu sendiri. Dan, pertanian yang ada sama kita pada hari ini juga tidak tergantung oleh provinsi kita sendiri atau bangsa, tergantung dari kondisi dari dunia sekalipun,” kata dia.
“Dan seperti yang terakhir yang terjadi bagaimana krisis pangan melanda dunia yang mengakibatkan oleh situasi perang di negara-negara yang memiliki produksi pangan yang terbaik atau teknologi pangan yang terbaik,” sambungnya.
Menurut Nofi, untuk memajukan pangan juga dipengaruhi oleh situasi cuaca iklim yang tidak menentu. Serta, indikasi-indikasi akan terjadi perang antarnegara yang berkembang terkahir ini.
“Dan pastinya situasi tersebut, semuanya telah diatasi atau dilakukan oleh pemerintahan sekarang dengan dibuatnya program strategis nasional yang bernama food estate,” pungkasnya.
Dikritik PDIP hingga Mahfud MD
Sebelumnya, PDIP mengkritik program food estate atau lumbung pangan yang dikerjakan oleh pemerintah sebagai proyek kejahatan lingkungan. Kritik tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto yang merujuk adanya penyalahgunaan pengembangan lumbung pangan.
Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Hasto pada saat dimintai pendapat tentang dugaan aliran dana kejahatan lingkungan Rp 1 triliun yang masuk ke partai politik untuk pembiayaan Pemilu 2024.
Hasto juga memberikan peringatan bahwa sudah seharusnya politik merawat kehidupan dan menjaga Bumi Pertiwi. Namun, dalam hal proyek lumbung pangan, justru terjadi penyalahgunaan, seperti penebangan hutan sampai habis.
Berita Terkait
-
32.796 Titik Panas di Kalteng, Walhi Soroti Kerusakan Gambut dan Food Estate
-
Walhi Soroti Karhutla Papua Makin Meluas di Tengah Proyek Pangan 2,5 Juta Hektare
-
Walhi Sebut Karhutla di Papua Makin Masif, Banyak Titik Api Berada di Konsesi Food Estate
-
Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah
-
CELIOS: Ambisi Biofuel Bisa Korbankan Kedaulatan Pangan di Papua
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar