SuaraSumbar.id - Dua pesepak bola muda asal Sumatera Barat (Sumbar) terpilih untuk Tim Nasional (Timnas) Indonesia di ajang Piala Dunia U-17. Mereka adalah Ikram Algiffari dan Muhammad Nabil Asyura.
"Kita ucapkan selamat dan ini membanggakan bagi Sumbar. Kami berharap keduanya dapat memberikan kemampuan terbaik membela Timnas Indonesia serta menjaga marwah Sumbar,” kata Ketua Asprov PSSI Sumbar, Indra Dt Rajo Lelo, Rabu (1/11/2023).
Ikram Algiffari dan Muhammad Nabil Asyura merupakan pesepak bola dari PPLP Sumbar. Keduanya masuk dalam 21 pemain yang terdaftar sebagai Skuad Garuda Muda di Wolrd Cup U17 yang digelar di Indonesia pada 10 November hingga 2 Desember 2023 mendatang.
Ikram Algiffari berposisi sebagai penjaga gawang dan saat ini juga terdaftar sebagai pemain Semen Padang FC. Sementara itu Muhammad Nabil Asyura merupakan pemain berposisi penyerang yang sudah memperkuat Timnas Indonesia U-16 di beberapa pertandingan internasional.
Indra Datuak Rajo Lelo berharap Ikram Algiffari dan Muhammad Nabil Asyura mampu terus berkembang menjadi pemain profesional dan tidak cepat berbangga hati karena ini merupakan awal karir mereka sebelum menjadi pesepakbola profesional.
“Kami berharap mereka akan terus memperkuat Timnas Indonesia hingga level senior," harap Indra.
Indra mengatakan pencapaian kedua pemain tersebut akan memberikan motivasi kepada pemain sepakbola muda di Sumbar untuk berkembang lebih baik.
“Kami di PSSI memberikan ruang pembinaan dengan menggelar Piala Soeratin di tiga kelompok umur serta Liga 3. Ini rutin kami gelar setiap tahun sebagai ruang bagi pemain muda berkembang,” kata dia.
21 pemain terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang FIFA World Cup U17 2023 dengan komposisi tiga penjaga gawang dan 18 pemain lain.
Pemain pilihan tersebut adalah: Ikram Algiffari asal PPLP Sumbar, Andrika Fathir Rachman (Borneo FC), Rifki Tofani (PPOP DKI), Rizdjar Nurviat Subagia (Borneo FC), Tonci Shouter Israel Ramandei (PPLP Papua), Mohamad Andre Pangestu (Bali United FC), Achmad Zidan Ar Rosyid (PSS Sleman), Mokh Hanif Ramadhan (Cipta Cendekia), Figo Dennis Saputrananto (Persija Jakarta), Arkhan Kaka Putra Purwanto (Persis Solo), Muhammad Kafiatur Rizky (Borneo FC), Ji Da Bin (ASIOP), M Riski Afrisal (Madura United), Weiberlieskott De Halim Jardim (Sao Paulo), Sulthan Zaky Pramana Putra Razak (PSM Makasar), Amar Brkic (TSG Hofenheim), Muhammad Nabil Asyura (PPLP Sumbar), Jehan Pahlevi (Persija Jakarta), Muhammad Aulia Rahman Arif (Persita), Habil Abdillah Yafi' Prasasti Akbar (PPLP Jateng), dan M Iqbal Gwijangge (Barito Putra). (Antara)
Berita Terkait
-
Profil Tim Piala Dunia U-17: Indonesia, Optimisme Tuan Rumah
-
Meski Kalah 0-1 dari Korea Selatan, Timnas U-17 Indonesia Tampil Keren
-
Liga 3 Zona Sumbar 2022-2023 Batal Diputar, Ini Alasannya
-
Resmi! Liga 3 Zona Sumbar Bergulir 7 Januari 2023
-
Semen Padang FC Kontrak Jangka Panjang Kiper Timnas Indonesia U-17
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Buyback Rp500 Miliar Digelar Hingga September 2026, BRI Pastikan Modal Tetap Solid
-
Petani di Pulau Simeulue Aceh Tunda Penanaman Padi, Kenapa?
-
Heboh Teror 'Pocong Begal' di Solok, Polisi Bilang Hoaks
-
JEMBATAN Soroti Persekusi Mahasiswa di PNJ dan UNP: Kampus Harus Jadi Ruang Aman Bebas Diskriminasi
-
Mau Mendaki Gunung? Ini Panduan yang Wajib Anda Ketahui