SuaraSumbar.id - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan penipuan atau pemalsuan identitas dalam hal penerbitan sertifikat tanah yang diduga dilakukan oknum anggota DPRD Kota Padang berinisial J. Politisi PAN yang dilaporkan oleh kaum Puti Limo Ruang Subarang Padang itu akan segera dipanggil Polresta Padang.
Dugaan penipuan atau pemalsuan identitas yang dilakukan anggota DPRD Padang itu meyangkut penerbitan sertifikat tanah seluas 5.329 M2 di Kelurahan Koto Baru, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.
Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Dedy Andriasyah Putra mengatakan, sampai saat ini pihaknya telah meminta keterangan lima orang saksi.
“Nah, dalam waktu dekat ini terlapor atas nama J akan kita minta keterangan untuk kasus ini," kata Dedy, Senin (30/10/2023).
Dedy menyebutkan, pemanggilan J dalam kasus ini masih hanya kapasitas sebagai terlapor. "Setelah bukti-bukti dikumpulkan sejumlah saksi juga dimintai keterangan dan juga terlapor, nantinya kita akan dilakukan gelar perkara untun meningkatkan dari penyelidikan ke penyidikan," ungkapnya.
Kuasa dari Kaum Puti Limo Ruang Subarang Padang yang juga Mamak Kepala Waris (MKW) Suharzansyah menambahkan, J dilaporkan ke Polresta Padang pada 20 Juli 2023.
“Mak Adang dengan sebutan kerennya itu, kita laporkan terkait melakukan penipuan atau pemalsuan identitas dalam hal penerbitan sertifikat tanah seluas 5.329 M2 di tanah milik kaum kami yang mengakibatkan kerugian dengan estimasi sebesar Rp 5,329 miliar,” sebutnya.
"Kami berharap keadilan bisa di tegakan dengan laporan kami Ke Polresta Padang," sambung Suharzansyah.
Sementara itu sejumlah awak media mengkonfirmasi ke J soal dirinya yang akan di mintai keterangan ke Polresta Padang mengatakan, ia berada di pesta perkawinan, ia tidak mau menjawab banyak tentang hal itu.
Baca Juga: Kasus Bocah Tewas Tertimpa Dinding Masjid saat Wudhu di Padang Berujung Diversi
"Saya lagi ada pesta perkawinan, mengenai kasus itu saya tidak bisa berkomentar," jawabnya singkat.
Kontributor: Saptra S
Tag
Berita Terkait
-
Kecelakaan Beruntun di Sitinjau Lauik, Sejumlah Mobil Ringsek
-
Kasus Dugaan Pencabulan Belasan Siswi SD di Kota Padang, Polisi Bilang Begini
-
Tampang 3 Waria Aniaya dan Cabuli Driver Ojol di Padang yang Digunduli Polisi, Resmi Tersangka
-
Heboh Tawuran di Padang, 2 Remaja Perempuan Ikut Digelandang Polisi
-
Nasib Anggota DPRD Padang Pariaman Ketua DPC Demokrat yang Tabrak Bocah hingga Tewas, Berbohong dan Belum Jadi Tersangka
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Semburkan Abu 500 Meter: PVMBG Peringatkan Ancaman Lahar Dingin Mengintai
-
Tubuh Mungil Penuh Luka: Balita 3 Tahun Dirawat Intensif Usai Dianiaya Ayah Sambung
-
Longsor Maut Tambang Emas Ilegal di Sijunjung: Polisi Buru Pemodal dan Operator
-
Kronologi Longsor Maut Tambang Emas Ilegal Sijunjung: Tebing 30 Meter Tiba-tiba Runtuh
-
9 Orang Tewas Akibat Longsor Tambang Emas Ilegal di Sijunjung