SuaraSumbar.id - Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) mengkritik keras aksi perempuan berpakaian adat Minangkabau yang menjadi gadis payung atau umbrella girl dalam sebuah ajang balap sepeda motor di daerah tersebut.
"LKAAM bersama Bundo Kanduang dan Persatuan Wanita Kurai (PWK) mengritik dan sangat menyesalkan penampilan gadis pemayung atau umbrella girl yang menggunakan Baju Kuruang dan Suntiang saat memayungi pembalap di jalan pada acara Road Race 4 Naga beberapa waktu lalu," kata Ketua LKAAM Bukittinggi, Fery Chofa Datuak Tun Muhammad, dikutip dari Antara, Senin (17/7/2023).
LKAAM dalam pernyataan bersamanya menyatakan bahwa, perilaku dan pakaian umbrella girl tersebut telah melecehkan harga diri perempuan Minang. Selain itu, juga meruntuhkan marwah adat serta meremehkan pakaian adat karena tidak menempatkan tatanan adat dan etika pada tempatnya.
Ia meminta kepada panitia penyelenggara balap sepeda motor itu segera menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf secara terbuka kepada publik melalui media.
"Setiap panita serta sanggar yang dipercayakan dalam menyiapkan iven kegiatan di Bukittinggi atau Nagari Kurai agar terlebih dahulu memahami tatanan Adat Minang, khususnya Salingka Nagari baik dalam bersikap, bertutur maupun dalam mengenakan simbol adat Minangkabau khususnya Adat Kurai," katanya.
Ia meminta setiap perencanaan acara yang akan dilaksanakan dan berkaitan dengan adat, agar dikomunikasikan lebih dulu ke pemuka adat.
Ia menyebutkan kepada masyarakat agar selalu bersama-sama menjaga kewaspadaan dan ikut melakukan pengawasan terhadap generasi penerus.
"Harus selektif mengikuti berbagai acara serta harus dapat menghindarkan diri dari praktik yang menyimpang dari filosofi Adaik Basandi Syara',Syara' Basandi Kitabullah," katanya.
Ketua Bundo Kanduang Efni didampingi Ketua PWK, Zulzetri menambahkan kekecewaan mereka dengan banyaknya kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas perempuan yang saat ini tidak memaksimalkan peran tokoh perempuan minang.
Baca Juga: LKAAM Sumbar soal Gelar Adat Irjen Teddy Minahasa yang Tersangkut Kasus Narkoba
"Minangkabau sangat menghargai perempuan, Anak Daro itu sejatinya dipayungi, bukan malah sebaliknya. Sebenarnya banyak kejadian berturut-turut di kota kami yang harus disikapi, tapi ini menjadi puncaknya karena kami merasa simbol adat dipakai sesuka hati," kata dia.
Selain permasalahan umbrella girl, LKAAM bersama Bundo Kanduang dan PWK ikut menyoroti kasus inses dan beberapa kebijakan pemerintah daerah.
"Kami bersikap menjadi penyeimbang dalam setiap kebijakan yang diambil, apalagi jika sudah menyangkut adat, pemilihan Bujang Gadih Bukittinggi juga kami sesalkan yang tanpa melibatan peran Bundo Kanduang secara maksimal," katanya.
Berita Terkait
-
Sinergitas LKAAM dan Pemprov Sumbar Rawat Kearifan Lokal, Mahyeldi: Tujuannya Menjaga Muruah Minangkabau
-
Bukan Main! Lawan Anies Baswedan Punya Kekuatan Super, Siapa?
-
Tokoh Lembaga Adat Minangkabau Janjikan Kemenangan Anies Baswedan di Sumbar Saat Pilpres 2024
-
Tidak Berpakaian Seksi, Umbrella Girl WSBK 2022 Pakai Baju Adat Sasambo
-
Terjerat Kasus Peredaran Narkoba, Gelar Adat Irjen Teddy Minahasa Tak Dicabut Oleh LKAAM: Itu di Luar Jangkauan Kita
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM