SuaraSumbar.id - Pemprov Sumatera Barat (Sumbar) memprediksi jumlah hewan kurban pada Idul Adha 1444 Hijriah/2023 ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2022 lalu.
"Data pemotongan hewan kurban pada 2022 sebanyak 34.700 ekor, dengan pertimbangan kenaikan 10 persen diperkirakan tahun 2023 ini akan ada 38.170 ekor hewan kurban," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Sukarli, Selasa (6/6/2023).
Menurutnya, sebagian kebutuhan hewan kurban itu harus didatangkan dari luar daerah karena ketersediaan hewan kurban di Sumbar hanya sekitar 45-55 persen.
"Tidak semua kebutuhan itu bisa dipenuhi dari dalam daerah karena itu sebagian disuplai dari luar Sumbar," katanya.
Dengan suplai dari luar, kata dia, hingga saat ini berdasarkan informasi dari para penyedia hewan kurban, ketersediaan sudah mencukupi.
Namun karena sebagian hewan kurban harus didatangkan dari luar daerah, maka Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar menyurati dinas yang menangani fungsi peternakan di kabupaten/kota untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.
"Kita sudah surati kabupaten/kota untuk memastikan hewan kurban tersebut memenuhi syarat kesehatan dan syarat-syarat kurban," ujarnya.
Disamping itu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar juga sudah melakukan sosialisasi dan imbauan agar seluruh panitia kurban melaporkan rencana kurban dan jumlah ternaknya kepada petugas kesehatan hewan setempat.
Berdasarkan informasi tersebut, petugas kesehatan hewan setempat akan melakukan pemeriksaan kesehatan, sehingga dipastikan ternak yang akan digunakan untuk kurban layak secara kesehatan. (Antara)
Baca Juga: 2 Napi dan 3 Pegawai Lapas Padang Terancam Dikirim ke Nusakambangan, Ini Kasusnya
Berita Terkait
-
OMG Gelar Pengecekan Kesehatan Gratis di Sumbar
-
KAI Targetkan Kereta Api CPO di Sumbar Dioperasikan Akhir Tahun 2023
-
Program KKN Unand Bawa Misi Pengentasan Stunting, Gubernur Sumbar: Sejalan dengan Pemerintah
-
Reaktivasi Kereta Api di Sumbar Lebih Efisien Atasi Macet Ketimbang Bangun Jalan Baru
-
Gubernur Sumbar: Reaktivasi Jalur Kereta Api Lebih Efektif Dibanding Bangun Jalan Baru
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pengamat Nilai Transformasi Danantara Perkuat Kontribusi Pajak BRI bagi Negara
-
30 Tahun Menanti Perbaikan Drainase, Warga Dadok Tunggul Hitam Kembali Diterjang Banjir Parah
-
Banjir Terjang Kota Padang, 2.033 Warga Dievakuasi
-
Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di Jambi
-
Manfaat Timun untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui