Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Sabtu, 10 Desember 2022 | 11:03 WIB
Syuting film dokumenter Surau dan Sasaran. [Dok.Istimewa]

SuaraSumbar.id - Film dokumenter berjudul “Surau dan Sasaran” tayang perdana hari ini, Sabtu (10/12/2022). Film itu akan ditayangkan di televisi lokal Padang TV, Denai TV dan juga iNews TV.

Film dokumenter besutan sutradara S Metron Masdison ini adalah film documentary-history yang mengisahkan soal perjalanan sejarah Surau dan Sasaran di Minangkabau. Kemudian tentang nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, serta relevansinya dengan kondisi hari ini.

Metron mengatakan, Surau dan Sasaran hadir untuk menepis cara berpikir lama yang melihat situs-situs budaya seperti surau sebatas sebagai objek wisata.

"Kita ingin agar Surau dan Sasaran menjadi subjek wisata. Jika ia biasanya mejadi objek, tontonan wisata, kini ia akan diperlakukan sebagai subjek pariwisata. Maksudnya, Surau dan Sasaran dalam cara pandang ini justru menjadi ruang untuk mempelajari berbagai hal, terutama pengetahuan tradisional yang dikandungnya," katanya.

Baca Juga: Tambang Batu Bara Sawahlunto Meledak: 6 Korban Tambang Meninggal Dunia, 4 Dalam Pencarian

“Hari ini, meski kesulitan, Surau hendak dikembalikan dalam bentuk hakikinya; tempat belajar tasawuf sekaligus Sasaran," tuturnya lagi.

Sutradara sekaligus budayawan itu mengatakan, lewat dokumenter dicoba menelusuri dinamika sejarah Surau dan Sasaran. Mulai dari jejaring yang dibangun selama ratusan tahun, dari Syaikh Burhanuddin (1646) hingga Surau Dagang Batuhampa yang dimulai Syaikh Abdurrahman (1840).

“Dokumenter ini berangkat dari penelitian-penelitian akademik mengenai Surau, misalnya penelitian mendiang Azyumardi Azra,” jelasnya lebih lanjut.

Di samping itu, sejumlah narasumber yang berkompeten juga dilibatkan dalam dokumenter ini.

“Tim sudah mewawancarai pakar mengenai Surau dan pakar mengenai pariwisata,” kata Adi Osman selaku produser.

Baca Juga: Tanggapan Zulkifli Hasan, Kader PAN Sambut Anies Baswedan Bersama Pendukung di Sumbar Meriah

Para nasarumber yang tampil dalam dokumenter di antaranya ialah Buya Zuari Abdullah, Buya Apria Putra, serta pengamat pariwisata dari Universitas Andalas, Donny Erros.

Load More