SuaraSumbar.id - Sejumlah pedagang mendatangi gedung DPRD Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (14/11/2022). Kedatangan mereka untuk meminta kejelasan dari Pemkot atas hak pakai pembangunan Pasar Fase VII.
Pendiri persatuan pedagang Fase VII Pasar Raya, Firman Hasan mengatakan, pihaknya telah beberapa kali telah mendiskusikan status bangunan Pemkot, namun keluhan itu seolah-olah diabaikan saja.
"Harusnya Pemkot mengakomodir persoalan masyarakatnya, karena kesepakatan antara pedagang dan Pemkot tidak sesuai dengan hasil pertemuan," katanya.
Tuntutan itu perihal kejelasan hak pakai pedagang (kartu kuning), tata letak, luas ruko, lama pembanguna. Mereka juga meminta agar peraturan perwako nomor 7 tahun 2022 diubah.
"Kita tidak menolak pembangunan, tapi tolong berikan kami kejelasan mengenai hak pakai kami di fase VII nanti. Lalu bagaimana prosedur kami untuk masuk di fase VII nanti setelah dibangun," ungkapnya.
Pedagang lain bernama Ahmad Yani meminta pembangunan relokasi sementara pedagang fase VII dihentikan, karena belum mendapat kejelasan hitam diatas putih.
"Diminta untuk dihentikan sementara. Takutnya jika sudah dibangun pedagang tidak ada yang menempati karena tempatnya tidak layak," katanya.
Ketua DPRD Padang Syafrial Kani berjanji akan langsung menindaklanjuti apa yang menjadi permasalahan terhadap pembangunan pasar tersebut.
"Kita akan segera tindaklanjuti, karena persoalan utama disini terkait peraturan perwako No.7 Tahun 2022, yang katanya menghilangkan hak pakai atas pembangunan," jelasnya.
Baca Juga: Penyebab Harga Kripto Anjlok Belakangan Ini, Salah Satunya Pembatalan Akusisi FTX
Syafrial mengatakan pada Rabu 16 November 2022 akan memanggil Dinas Perdagangan untuk diskusi mendalam. Jika sudah mendapatkan keterangan, pihaknya akan kembali melakukan mediasi antara pedagang dengan Dinas Perdagangan.
"Namun kami akan tetap melakukan peninjauan ke lapangan terkait pembangunan relokasi pedagang fase VII, karena persoalan ini bukan hanya pedangan, namun beberapa pasar lainnya juga meminta kejelasan yang sama," katanya.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Komunitas Warteg dan Pedagang di Pasar Koja Ramai-ramai Beri Dukungan untuk Ganjar
-
Cara Mbak Ita Jaga Stabilitas Harga Bahan Pangan Kota Semarang, Operasi Pasar di 7 Kelurahan
-
Hujan Deras Guyur wilayah Tangerang, Ratusan Kepala Keluarga di Pasar Kemis Terendam Banjir
-
Salon International de L'alimentation Jadi Ajang Koneksikan Produk Lokal ke Pasar Global
-
Bordir Tasikmalaya Binaan Pertamina Tembus Pasar Asia
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
BMKG Pasang Alat Canggih di Padang-Pariaman, Pelayaran Makin Aman
-
Kosmetik Ilegal Dijual Rp35 Ribu di Marketplace Terbongkar, 3 Orang Ditangkap
-
Di Balik Keindahan Sitinjau Lauik, Ada Jalur Ekstrem yang Mematikan
-
Truk Angkut Semen Terbalik di Sitinjau Lauik Dekat Lokasi Rombongan Arteria Dahlan Berfoto
-
2 Polisi Kawal Rombongan Arteria Dahlan Berfoto di Tikungan Sitinjau Lauik Diperiksa Propam