SuaraSumbar.id - Nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) harus ditanamkan se dini mungkin. Generasi muda harus menerapkan nilai ABS-SBK tersebut dalam beriteraksi secara individu dan sosial.
Hal itu dinyatakan Kepala Bidang (Kabid) Sejarah Adat dan Nilai-nilai Tradisi, Dinas Kebudayaan Sumbar, Fadhli Junaidi dalam kegiatan edukasi ABS-SBK di SMKN 7 Padang, Selasa (25/10/2022). Kegiatan bertajuk “Nan Tuo Dihormati, Samo Gadang Lawan Baiyo” itu didukung penuh oleh Anggota DPRD Sumbar, Hidayat.
Menurut Fadhli, kemajuan teknologi dan informasi yang sangat cepat akan mengerus nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau. Atas dasar itu, Dinas Kebudayaan Sumbar perlu menjaga dan melestarikan dan merawat nilai nilai ABS-SBK kepada generasi muda.
Edukasi ABS-SBK ini merupakan kali kedelapan digelar di SMKN 7 Padang. Harapannya, siswa dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-harinya. “Siswi perempuan akan menjadi Bundo Kanduang nantinya dalam kehidupan sehari-hari, penting sekali menanamkan nilai-nilai ABS-SBK. Kita ingin kegiatan ini ada nampak hasilnya diterapkan dalam kehidupan sehari hari,” kata Fadhli yang hadir mewakili Gubernur Sumbar Mahyeldi.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar, Hidayat mengatakan, SMKN 7 Padang dulu dikenal dengan sekolah karawitan itu pernah menjadi sekolah hebat. Kini, banyak jurusan yang hadir di sekolah tersebut. Seharusnya, hal ini menjadikan siswa di SMKN 7 lebih strategis dalam meningkatkan skill dan keahliannya melalui sistem vokasi.
“Dengan memiliki skill, tamatan SMK ini tidak hanya bisa bekerja tapi juga bisa kuliah. Jadi ada dua pilihan. Beda dengan SMA, yang hanya punya satu pilihan kuliah, sementara skill tidak mereka dapatkan,” terangnya.
Ketua Komisi V DPRD Sumbar itu mengajak siswa siswi SMKN 7 Padang untuk tidak merasa malu dan rendah diri. Sebab, tamatan SMKN 7 Padang harus bisa bekerja atau juga bisa kuliah. Dia mengingatkan agar tamatan SMK 7 Padang tidak jadi penonton di dunia kerja.
“Siswa jurusan perfilman harus bisa membuat film, jadi kameramen, desain grafis dan lainnya. Siswa jurusan tata rias atau kecantikan jadilah profesional di dunia tata rias. Harus fokus satu-satu, sesuai minat dan bakat dalam diri,” ajaknya.
Hidayat menyambut baik dilaksanakannya Edukasi ABS-SBK di SMK 7 Padang ini. Dengan kegiatan kerjasama SMK 7 Padang dengan Dinas Kebudayaan Sumbar, ada penguatan nilai-nilai adat dan ABS-SBK. Yakni, saling menghargai, menghormati, disiplin bertanggungjawab dan melaksanakan fungsi sesuai perannya.
Baca Juga: Target 14 Kursi DPRD Sumbar, Ketua DPD Demokrat Minta Kader Fokus Pileg 2024
Termasuk juga penanaman nilai tujuan hidup dengan dua pilihan ingin menjadi manusia yang biasa saja atau luar biasa. Jika nilai-nilai ini sudah ditanamkan, maka persoalan tawuran yang terjadi tidak perlu dibahas lagi. Karena siswa yang tawuran itu adalah siswa yang paling bodoh.
“Sekarang kita sudah bertarung ide, gagasan, skill dan keahlian serta atitude. Saat ini juga sudah terjadi perubahan mendasar kemajuan teknologi informasi mlalui digitalisasi. Masih juga siswa tawuran. Karena itu saya bilang siswa tawuran ini paling bodoh,” tegasnya.
Kepala SMK 7 Padang, Taharuddin menyambut bai kegiatan edukasi ABS-SBK ini. Menurutnya, kegiatan ini menanamkan nilai-nilai pendidikan di surau dan filosofi dari ABS-SBK.
Ketua Panitia Kegiatan Edukasi ABS SBK, Ridho Arifandi mengatakan, Dinas Kebudayaan Sumbar menjalankan pencapaian program unggulan (Progul) nomor dua Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan Wagub Audy Joinaldi. Yakni, Sumbar Religius dan Berbudaya. Hal ini diwujudkan dengan melakukan pembinaan masyarakat adat di Sumbar.
Kegiatan Edukasi ABS-SBK ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi milenial terhadap nilai-nilai adat dan budaya dengan menghadirkan dua narasumber. Yakni, Anggota DPRD Sumbar, Hidayat dan Akademisi dari Universitas Andalas (Unand), Donny Eros.
Berita Terkait
-
40 Pelajar Lolos Seleksi Lomba Bercerita se Sumatera Barat, Karya Tulis Cerita Rakyat Dibacakan Sendiri
-
Ratusan Wali Murid SMA 1 Padang Geruduk DPRD Sumbar dan Minta Anaknya Dipindahkan ke Kampus I, Ini Masalahnya
-
Driver Ojol Demo Tolak Kenaikan BBM, Spanduk Ojol Wanita: Cukup Suami Aja Naik BBM Jangan
-
Ratusan Ojol Demo BBM di DPRD Sumbar, Spanduk Ojol Cewek: Kami Lelah Dinaikin!
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM